Abstrak - Kelvin Keldiamana Keliat
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Indonesia memiliki cadangan gas bumi yang signifikan, namun pengembangan infrastruktur distribusinya masih belum merata. Koridor Semarang–Solo–Yogyakarta merupakan jalur strategis yang berpotensi besar untuk pengembangan pipa transmisi gas darat guna mendukung pertumbuhan industri di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan merancang sistem perpipaan transmisi gas pada rute tersebut dengan mempertimbangkan aspek teknis yang meliputi penentuan diameter dan ketebalan pipa, pemilihan material, analisis hidrolik, analisis tegangan, perancangan proteksi katodik, serta penentuan spesifikasi kompresor.
Metodologi penelitian dilakukan secara sistematis melalui beberapa tahapan. Penentuan diameter pipa menggunakan persamaan Panhandle B dan Weymouth kemudian diverifikasi melalui simulasi hidrolik menggunakan perangkat lunak PIPESIM pada tiga segmen utama, yaitu Semarang–cabang, cabang–Solo, dan cabang–Yogyakarta. Penentuan kelas lokasi sepanjang rute dilakukan menggunakan perangkat lunak QGIS. Ketebalan pipa dihitung berdasarkan standar ASME B31.8 dengan mempertimbangkan faktor desain, faktor sambungan, faktor temperatur, dan corrosion allowance. Material pipa dipilih berdasarkan standar API 5L.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konfigurasi optimal sistem perpipaan tanpa kompresor menggunakan NPS 10 pada segmen Semarang–cabang, NPS 12 pada segmen cabang–Solo, dan NPS 14 pada segmen cabang–Yogyakarta dengan material API 5L Grade X46. Pemilihan skenario tanpa kompresor didasarkan pada pertimbangan biaya, di mana total biaya perancangan pipa tanpa kompresor jauh lebih ekonomis dibandingkan perancangan pipa dengan kompresor. Sistem proteksi katodik yang dirancang menggunakan metode impressed current dengan pelapis 3LPE guna menjamin ketahanan pipa selama umur desain 20 tahun.
Perpustakaan Digital ITB