enomena semburan Lumpur Lapindo di Sidoarjo merupakan bencana lingkungan yang tidak
hanya menyebabkan kerusakan fisik dan sosial secara masif tetapi juga meninggalkan dampak
jangka panjang berupa kontaminasi senyawa toksik yang memengaruhi ekosistem serta
kualitas hidup organisme dan masyarakat. Perancangan artbook ini bertujuan
memvisualisasikan dampak tersebut melalui representasi monster masa apokaliptik sebagai
simbol kritik sosial yang reflektif. Metode perancangan yang digunakan adalah Double
Diamond yang meliputi tahap discover, define, develop, dan deliver. Pada tahap
pengembangan visual monster, digunakan pendekatan Manga Matrix guna membantu proses
eksplorasi visual. Pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur, wawancara ahli, dan
observasi lingkungan, serta wawancara purposif dengan audiens untuk menggali persepsi
audiens terhadap isu lingkungan dan makna simbolik apokaliptik. Luaran dari perancangan ini
berupa artbook bertema apokaliptik yang berfungsi sebagai medium kritik sosial, dengan
target audiens utama generasi z usia 20–24 tahun. Artbook diharapkan mampu menghadirkan
pengalaman visual yang emosional, kontekstual, dan mendorong refleksi kritis terhadap isu
kerusakan lingkungan di Indonesia.
Perpustakaan Digital ITB