Kantong plastik kresek yang digunakan sebagai wadah makanan sehari-hari terbukti
melepaskan partikel mikroplastik yang ikut tertelan tanpa disadari, berpotensi
mengendap di dinding usus, dan memicu peradangan kronis hingga pertumbuhan sel
kanker kolorektal. Pada remaja usia 13–16 tahun, kesadaran terhadap ancaman ini masih
sangat rendah meskipun paparan terjadi melalui aktivitas makan yang sangat biasa.
Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan komunikasi visual yang belum mampu
menyampaikan isu kesehatan yang bersifat tidak kasat mata secara personal dan
emosional.
Tugas akhir ini berfokus pada perancangan animasi imersif berbasis media fulldome
sebagai sarana peningkatan kesadaran afektif remaja terhadap dampak mikroplastik dari
kantong plastik kresek pada kesehatan sistem pencernaan manusia. Perancangan
dilakukan dengan pendekatan Desain Komunikasi Visual yang menekankan visual
storytelling dan teknik macro animation, bukan sebagai pembelajaran formal. Data
dikumpulkan melalui studi literatur, kuesioner khalayak, serta wawancara dengan praktisi
pengelolaan sampah perkotaan dan praktisi media fulldome.
Berdasarkan hasil analisis, dirancang animasi fulldome dengan pendekatan narasi firstperson yang membawa audiens masuk ke dalam tubuh manusia menyaksikan perjalanan
mikroplastik dari kantong kresek di meja makan hingga berkembangnya sel kanker
kolorektal sehingga ancaman yang tidak kasat mata dapat dirasakan secara personal dan
reflektif oleh remaja.
Perpustakaan Digital ITB