Penelitian ini mengkaji peran konten video pendek TikTok dalam membentuk kepercayaan dan niat beli terhadap PT. Saffa Land Indonesia, sebuah pengembang properti hunian milik keluarga, dalam kerangka Stimulus-Organism-Response (SOR). Empat karakteristik konten, yaitu informativeness, social interaction, entertainment, dan ease of use, diposisikan sebagai stimulus yang membentuk kepercayaan, dengan kepercayaan berperan sebagai mekanisme organism yang mendorong niat beli sebagai response. Attractiveness of alternative juga diuji, baik sebagai prediktor langsung terhadap niat beli maupun sebagai moderator hubungan antara kepercayaan dan niat beli. Data dikumpulkan melalui purposive sampling dari 206 responden valid yang mengikuti atau pernah terpapar konten akun TikTok @saffalandindonesia, kemudian dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa informativeness, social interaction, dan ease of use berpengaruh signifikan dalam membentuk kepercayaan, sedangkan entertainment tidak. Kepercayaan berpengaruh positif kuat terhadap niat beli. Attractiveness of alternative menunjukkan pengaruh langsung negatif yang signifikan terhadap niat beli, tetapi tidak memoderasi hubungan antara kepercayaan dan niat beli secara signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa konten yang jelas, interaktif, dan mudah diikuti lebih efektif membentuk kepercayaan dibandingkan konten yang sekadar menghibur, dan kepercayaan tetap menjadi pendorong utama niat beli meski konsumen menyadari adanya alternatif properti lain. Keywords: TikTok, video pendek, kepercayaan, niat beli, Stimulus-Organism-Response
Perpustakaan Digital ITB