digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800








DAFTAR PUSTAKA FAUZAN BALDOMERO MAHYUDIN
EMBARGO  2029-08-10 

LAMPIRAN FAUZAN BALDOMERO MAHYUDIN
EMBARGO  2029-08-10 

Penyediaan perumahan di Jakarta menghadapi tantangan akibat urbanisasi, tingginya kebutuhan hunian, dan keterbatasan lahan perkotaan, yang mendorong vertikalisasi sebagai strategi utama peningkatan kapasitas penyediaan. Namun demikian, keberhasilan vertikalisasi sangat bergantung pada sejauh mana tujuan kebijakan diikat pada mekanisme pencapaiannya, sebuah keterikatan yang pada kebijakan perumahan Jakarta masih dikatakan lemah. Penelitian ini bertujuan memahami peran hunian vertikal low-rise dalam sistem perumahan Jakarta melalui kajian kebijakan perumahan, sistem penyediaan perumahan, dan tipologi hunian. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan strategi studi kasus pada Kampung Susun Akuarium dan Apple 1 Condovilla, yang keduanya mewakili dua ujung berlawanan taksonomi sistem penyediaan, yaitu partisipatif dan pasar, melalui analisis dokumen, wawancara, kuesioner penghuni, dan observasi lapangan. Penelitian ini menunjukkan bahwa tipologi hunian perkotaan sebaiknya dipahami sebagai outcome interaksi kebijakan, sistem penyediaan, dan kendali atas ruang, bukan kategori desain yang berdiri sendiri. Hunian vertikal low-rise pada kedua kasus muncul dari kekosongan ketentuan tipologi akibat ketidakterikatan tujuan kebijakan pada mekanismenya, bukan arahan yang disengaja, sementara kemampuannya merespons persoalan penghuni ternyata ditentukan oleh sistem penyediaan yang mengendalikannya, bukan oleh kriteria sasaran maupun bentuk fisiknya. Temuan ini disintesiskan menjadi kerangka penilaian atas konsistensi aktor, landasan, dan mekanisme pada delapan elemen sistem penyediaan perumahan, sebuah kerangka diagnostik yang berlaku pada sistem perumahan kota mana pun, bukan hanya Jakarta. Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan bahwa tipologi hunian perlu dipahami sebagai manifestasi dari cara sebuah sistem perumahan menghubungkan tujuan, mekanisme, dan kendali, bukan sebagai kategori fisik yang berdiri sendiri.