Apotek Hijrah Mulia, apotek ritel di Pekanbaru, Riau, telah menggunakan TechPOS selama 36
bulan untuk mencatat transaksi penjualan, tetapi data tersebut tidak pernah digunakan untuk
perencanaan permintaan dan hanya mengandalkan intuisi pemilik serta pemeriksaan stok
berkala. Akibatnya, apotek tidak dapat memastikan apakah tingkat persediaan sesuai dengan
permintaan aktual, sehingga menimbulkan risiko kehabisan stok pada produk penting maupun
kelebihan stok pada produk lambat terjual yang mengikat modal dan berisiko kedaluwarsa.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah akurasi peramalan permintaan dapat
ditingkatkan dengan membandingkan tiga model (Holt-Winters, SARIMA, dan ARIMA)
menggunakan data penjualan bulanan dari Januari 2023 hingga Desember 2025. Dua SKU
dipilih untuk mewakili karakteristik permintaan yang kontras, yaitu CETIRIZINE 10 MG
(volume tinggi) dan RENADINAC 50 MG (volume rendah). Karakteristik tren, musiman, dan
stasioneritas setiap SKU dianalisis, lalu model kandidat diterapkan, dievaluasi menggunakan
MAD, MSD, dan MAPE, serta digunakan untuk menghasilkan peramalan out-of-sample 12
bulan ke depan. Terdapat perbedaan signifikan antara profil kedua SKU. CETIRIZINE 10 MG
bersifat stasioner dengan kekuatan musiman moderat (0,4843), dan model Holt-Winters
Additive menghasilkan error terendah dengan MAPE 26,72%. RENADINAC 50 MG bersifat
non-stasioner, dan model Holt-Winters Multiplicative menjadi yang terbaik dengan MAPE
32,98%. Namun, tidak ada set parameter kandidat yang sepenuhnya signifikan secara statistik
untuk kedua SKU, dan SARIMA gagal menghasilkan model yang dapat digunakan,
kemungkinan karena data hanya mencakup tiga siklus musiman. Hasil menunjukkan tidak ada
satu model yang selalu terbaik, dan pemilihan model perlu mempertimbangkan karakteristik
permintaan masing-masing produk. Meskipun kedua nilai MAPE berada di atas ambang 25%
yang umum menandakan error peramalan tinggi, hal ini mencerminkan tingginya variabilitas
permintaan dan keterbatasan ukuran sampel pada data farmasi bervolume rendah, bukan
kelemahan proses pemodelan. Berdasarkan hasil tersebut, Apotek Hijrah Mulia disarankan
beralih dari pemesanan ulang berbasis intuisi ke berbasis peramalan, membedakan strategi
pemesanan ulang berdasarkan karakteristik produk, serta menggunakan hasil peramalan sebagai
dasar perhitungan safety stock dan reorder point di masa mendatang. Penelitian selanjutnya
dapat memperluas data historis melebihi 36 bulan, menyelidiki teknik untuk permintaan
intermiten, dan menerapkan metode Economic Order Quantity dalam sistem optimasi
persediaan yang lebih lengkap.
Keywords: demand forecasting, Holt-Winters, SARIMA, ARIMA, pharmaceutical inventory,
time series
Perpustakaan Digital ITB