digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak - Muhammad Rizal Ibrahim
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

COVER - Muhammad Rizal Ibrahim
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 1 - Muhammad Rizal Ibrahim
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 - Muhammad Rizal Ibrahim
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 - Muhammad Rizal Ibrahim
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 - Muhammad Rizal Ibrahim
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 - Muhammad Rizal Ibrahim
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

DAFTAR PUSTAKA - Muhammad Rizal Ibrahim
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

LAMPIRAN - Muhammad Rizal Ibrahim
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

Kereta Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta merupakan transportasi yang banyak dipakai oleh Masyarakat. Oleh karena itu, keandalan menjadi poin penting yang harus diperhatikan agar menciptakan transportasi yang aman bagi semua orang. Melalui penelitian terdahulu, sistem pengereman teridentifikasi sebagai sistem yang paling kritis dari frekuensi serta dampak yang dihasilkan. Saat ini, MRT Jakarta telah mempunyai program perawatan yang dirumuskan oleh Failure Mode, Effect, and Criticality Analysis (FMECA). Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menghasilkan program perawatan berbasis keandalan menggunakan Reliability Centered Maintenance II (RCM II) untuk sistem pengereman pneumatik MRT Jakarta sehingga dapat menjadi pembanding dengan program perawatan yang telah ada. Penelitian diawali oleh pengumpulan data dan informasi mengenai kereta MRT Jakarta. Selanjutnya, pemodelan keandalan sistem pengereman dilakukan dengan membuat Product Breakdown Structure, Functional Block Diagram, dan Reliability Block Diagram dengan mengolah data kegagalan historis menjadi analisis Weibull serta menggunakan NPRD-16 sebagai pelengkap data laju kegagalan. Setelah itu, pembuatan program perawatan melalui tujuh pertanyaan RCM II dan disajikan melalui RCM Information Worksheet serta RCM Decision Worksheet. Terakhir, dilakukan pembandingan dengan program perawatan yang telah ada dengan hasil akhir berupa rekomendasi interval akhir yang telah mempertimbangkan kedua program perawatan. Hasil evaluasi pada sistem pengereman pneumatik saat ini menunjukkan adanya perawatan berlebih pada mayoritas komponen dan minimnya perawatan pada Safety Valve serta Pressure Switch. Kondisi ini mengakibatkan keandalan sistem turun sebesar 24,69%. Melalui metode Reliability Centered Maintenance II (RCM II), disusun usulan awal yang terdiri dari 150 tugas perawatan. Usulan awal tersebut kemudian dibandingkan dengan program eksisting. Dalam proses perbandingan ini, data historis, pola kegagalan, dan jadwal overhaul turut dipertimbangkan untuk merumuskan program perawatan akhir. Dari hasil evaluasi tersebut, program RCM final terbukti mampu meningkatkan keandalan sistem hingga 42,06%. Hasil akhir merekomendasikan perpanjangan interval pada 16 tugas dan pemendekan pada 2 tugas, serta penambahan 15 tugas Functional Check guna mencegah sekaligus mendeteksi potensi kegagalan.