digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Pesatnya perkembangan layanan keuangan digital di Indonesia menimbulkan kesenjangan yang terus berlanjut antara tingginya inklusi keuangan dan rendahnya literasi keuangan, sehingga pengguna rentan terhadap penipuan, jeratan utang, dan pengambilan keputusan keuangan yang keliru. Namun, belum tersedia instrumen baku untuk mengukur Literasi Keuangan Digital (Digital Financial Literacy/DFL) yang sesuai dengan kondisi sosial-ekonomi dan infrastruktur Indonesia. Penelitian ini mengembangkan indeks DFL multidimensi pertama untuk konteks Indonesia melalui desain mixed-methods sekuensial. Studi pendahuluan dan tinjauan pustaka sistematis terlebih dahulu menetapkan domain konseptual. Tahap kuantitatif kemudian menguji konstruk menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dan memvalidasi empat dimensi, yaitu Pengetahuan Keuangan Digital, Keterampilan Keuangan Digital, Sikap Keuangan Digital, dan Perilaku Keuangan Digital, beserta faktor moderasi individual dan lingkungan. Tahap kualitatif yang terdiri atas empat belas wawancara pakar dan analisis tematik memperkuat struktur tersebut dan menyempurnakan sembilan belas sub-kriteria. Selanjutnya, Analytic Hierarchy Process (AHP) dengan panel pakar yang sama menghasilkan bobot relatif dimensi dan indikator, di mana Sikap Keuangan Digital menjadi dimensi yang paling berpengaruh. Bobot yang telah tervalidasi tersebut digabungkan menjadi skema penilaian komposit dengan tiga kategori tingkat literasi dan sebuah peta jalan strategis untuk intervensi. Indeks yang dihasilkan memberikan pembuat kebijakan, regulator, lembaga keuangan, dan pendidik sebuah alat ukur terkontekstualisasi dan berbasis bukti untuk mengukur serta meningkatkan literasi keuangan digital di Indonesia. Kata kunci: Literasi Keuangan Digital, Indeks, PLS-SEM, Analytic Hierarchy Process, Indonesia