digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK_Daffa Mawarsari
PUBLIC Open In Flipbook Perpustakaan Prodi Arsitektur

Pemindahan ibu kota negara merupakan langkah strategis yang dilakukan untuk menjawab tantangan urbanisasi, ketimpangan pembangunan, dan degradasi lingkungan di pusat kota lama. Indonesia saat ini sedang membangun Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai pusat pemerintahan baru yang berkelanjutan di Kalimantan Timur. Salah satu tantangan utama dalam pembangunan kota baru adalah penyediaan perumahan yang layak, terjangkau, dan terintegrasi dengan perencanaan kota. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi penyediaan perumahan pada dua kota baru administratif, yaitu Putrajaya di Malaysia dan Sejong di Korea Selatan, guna memperoleh pembelajaran yang dapat diterapkan pada IKN. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (desk study) dan analisis komparatif terhadap lima aspek utama: pembangunan kota, kelembagaan, populasi, penyediaan lahan, dan perumahan terjangkau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan penyediaan perumahan sangat dipengaruhi oleh penguatan kelembagaan, penguasaan lahan oleh negara, strategi populasi bertahap, serta diversifikasi skema hunian. Putrajaya dan Sejong berhasil membentuk ekosistem hunian yang berfungsi mendukung kehidupan kota melalui kombinasi antara perencanaan spasial yang cermat dan intervensi kebijakan negara yang konsisten. Studi ini memberikan rekomendasi bagi IKN untuk mengembangkan sistem perumahan yang inklusif, terencana, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat jangka panjang. Sinergi antara perumahan, perencanaan kota, dan tata kelola kelembagaan menjadi kunci menuju kota baru yang berfungsi secara sosial dan berkelanjutan secara spasial.