Pisang Cavendish (Musa acuminata AAA group) merupakan komoditas
hortikultura bernilai ekonomi tinggi, namun memiliki umur simpan relatif pendek
karena merupakan buah klimakterik dengan peningkatan respirasi dan produksi
etilen selama pematangan. Beeswax bersifat hidrofobik sehingga dapat membentuk
penghalang terhadap kehilangan air dan pertukaran gas, sedangkan propolis
mengandung senyawa bioaktif dengan aktivitas antimikroba dan antioksidan.
Kombinasi keduanya berpotensi memberikan perlindungan selama penyimpanan
untuk mempertahankan kualitas dan memperpanjang masa simpan buah. Meskipun
edible coating pada pisang telah banyak dikaji untuk mempertahankan mutu dan
memperlambat pematangan, penelitian umumnya berfokus pada karakter fisik,
fisiologis, dan kualitas buah, sedangkan respons molekuler, khususnya regulasi
pasca transkripsi melalui microRNA (miRNA) dan gen targetnya (mRNA), masih
belum banyak dikaji. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas edible
coating beeswax–propolis dalam memperlambat pematangan buah pisang
Cavendish serta menganalisis perubahan ekspresi miRNA dan mRNA selama
penyimpanan sebagai informasi awal mengenai respons molekuler terhadap
perlakuan tersebut.
Penelitian menggunakan buah pisang Cavendish kontrol dan buah dengan edible
coating 15% beeswax–5% propolis, yang diamati pada hari ke-0, 1, 3, 5, dan 7.
Pengamatan meliputi warna kulit, susut bobot, total padatan terlarut, kekerasan
buah, laju respirasi, dan produksi etilen. Analisis molekuler meliputi isolasi RNA
total dan miRNA, sintesis cDNA, validasi PCR, serta analisis ekspresi menggunakan
reverse transcription quantitative polymerase chain reaction (RT-qPCR). Tingkat
ekspresi relatif dihitung dengan metode comparative Ct (2???Ct), menggunakan
Actin sebagai gen referensi mRNA, U6 sebagai gen referensi miRNA, dan K0
sebagai kalibrator.
Hasil menunjukkan bahwa edible coating beeswax–propolis mempertahankan
warna kulit buah, memperlambat peningkatan total padatan terlarut,
mempertahankan kekerasan buah, serta menekan laju respirasi dan produksi etilen
dibandingkan kontrol. Isolasi RNA total dan miRNA menghasilkan kualitas RNA
yang memadai, sedangkan PCR memvalidasi amplifikasi SPL7, EBG14, macmiR156a,
dan mac-miR166e. Analisis RT-qPCR menunjukkan perubahan ekspresi
keempat target selama penyimpanan. Pada perlakuan beeswax–propolis, macmiR156a
meningkat terutama pada fase awal hingga pertengahan penyimpanan,
sedangkan SPL7 lebih rendah dibandingkan kontrol. mac-miR166e dan EBG14 juga
menunjukkan perubahan ekspresi dengan waktu perubahan yang berbeda. Hasil ini
memberikan informasi awal mengenai kemungkinan keterlibatan mac-miR156a
dan mac-miR166e dalam pengaturan SPL7 dan EBG14 selama pematangan buah.
Perpustakaan Digital ITB