Etoricoxib (ETR) merupakan obat antinyeri golongan nonsteroidal anti?inflammatory drug (NSAID) selektif cyclooxygenase-2 (COX-2) yang secara luas
digunakan untuk terapi osteoarthritis, rheumatoid arthritis, dan nyeri akut. ETR
termasuk ke dalam Biopharmaceutics Classification System (BCS) kelas II yang
memiliki keterbatasan kelarutan dalam air. Selain itu, ETR memiliki sifat alir yang
buruk sehingga dapat menyulitkan proses manufaktur sediaan padat, terutama pada
metode kempa langsung (direct compression). Oleh karena itu, penelitian ini
bertujuan untuk meningkatkan sifat hidrofilisitas ETR sekaligus memperbaiki sifat
alir ETR secara simultan melalui pendekatan rekayasa kristal, yaitu pembentukan
kokristal dengan modifikasi bentuk kristal menjadi sferis (spherical
cocrystallization). Penelitian diawali dengan melakukan penapisan koformer untuk
mencari pasangan zat aktif yang kompatibel dalam membentuk suatu senyawa
kokristal. Asam fumarat (FUM) dan asam oksalat (OXA) dipilih sebagai koformer
potensial. Fase awal ini kemudian dikarakterisasi menggunakan Powder X-Ray
Diffraction (PXRD) dan Attenuated Total Reflectance Fourier Transform Infrared
Spectroscopy (ATR-FTIR) untuk mengonfirmasi terbentuknya fase kristalin baru.
Selanjutnya, aglomerat kokristal sferis dibuat secara in situ menggunakan metode
quasi-emulsion solvent diffusion (QESD). Proses aglomerasi dikontrol
menggunakan alat Cooling Circulator pada suhu konstan 10 °C. Sistem emulsi
dioptimalkan dengan mengombinasikan aseton sebagai good solvent, air sebagai
bad solvent, diklorometan (DCM) sebagai bridging liquid dan PEG4000 sebanyak
0,2% sebagai polymeric stabilizer untuk mencegah koalesensi berlebih.Untuk
mendapatkan karakteristik aglomerat yang ideal, penelitian dilanjutkan dengan
optimasi parameter kritis secara trial and error. Parameter yang dievaluasi meliputi
variasi kecepatan pengadukan (300, 400, dan 500 rpm) serta variasi jumlah bridging
liquid diklorometan (DCM) 1 dan 2 mL. Aglomerat kokristal yang dihasilkan
kemudian dikarakterisasi menggunakan Powder X-Ray Diffraction (PXRD) dan
Attenuated Total Reflectance Fourier Transform Infrared Spectroscopy (ATR?FTIR), Differential Scanning Calorimetry (DSC) untuk analisis termal, dan
Scanning Electron Microscope (SEM) untuk melihat morfologi permukaan dan
bentuk partikel. Selanjutnya, produk aglomerat dievaluasi secara mikromeritik dan
terhadap sifat hidrofilisitasnya melalui analisis sudut kontak (Contact Angle
Measurement). Pengujian mikromeritik meliputi pengukuran distribusi ukuran
partikel dengan software ImageJ® dan OriginPro®, kerapatan ruah, kerapatan
i
mampat, Carr Index dan Hausner Ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
kokristal ETR-FUM berhasil diperoleh dengan baik secara in situ dengan metode
QESD dalam rasio stoikiometri ETR-FUM 2:1. Analisis PXRD ETR-FUM dengan
metode Solvent Evaporation dan QESD menghasilkan pola difraksi yang tidak
berbeda dengan penelitian referensi terdahulu, menandakan terbentuknya kisi
kristal baru. Analisis spektroskopi ATR-FTIR memperkuat data ini dengan
menghasilkan serapan IR baru dan pergeseran serapan yang mengindikasikan
terjadinya ikatan hidrogen antara ETR dan FUM. Berdasarkan tahap optimasi
QESD, variasi kecepatan pengadukan sebesar 400 rpm dengan DCM sebanyak 1
mL terpilih sebagai kondisi optimal. Parameter kondisi ini memberikan rendemen
terbesar sebanyak 70% dengan bentuk aglomerat sferis serta mempertahankan fasa
kristal yang diinginkan. Hasil karakterisasi dengan PXRD, FTIR dan DSC
menegaskan bahwa produk aglomerat ETR berhasil membentuk kokristal dengan
FUM. Berdasarkan pengamatan SEM, morfologi partikel berbentuk aglomerat
sferis dengan distribusi ukuran rata-rata 360,249 ± 9,20 ?m. Evaluasi mikromeritik
ETR-FUM menghasilkan kompresibilitas yang lebih baik dibandingkan dengan
ETR, yang konsisten dengan morfologi partikel sferis yang diamati oleh SEM.
Analisis sudut kontak menunjukkan terjadinya peningkatan sifat keterbasahan
(wettability) yang ditandai dengan penurunan sudut kontak yang signifikan pada
aglomerat kokristal sferis ETR-FUM sebesar 55,72° ± 4,66 dibandingkan dengan
ETR sebesar 89,57° ± 0,60.
Perpustakaan Digital ITB