ABSTRAK Ahmad Alfian Tri Saputro
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Analisis kuantitatif parameter fisik batuan dalam teknik Fisika Batuan Digital
seperti porositas, luas permukaan spesifik, dan permeabilitas sangat bergantung
pada kualitas citra beresolusi tinggi yang diperoleh dari X-ray micro-computed
tomography. Namun demikian, akuisisi citra micro-CT menghadapi kompromi
fundamental, yaitu rentan terhadap noise dan artefak sistematis seperti ring artifacts
yang dapat mengaburkan batas antarfase butiran dan pori. Oleh karena itu,
peningkatan kualitas citra dan segmentasi pori yang akurat menjadi langkah
esensial dalam alur kerja pemrosesan dan analisis. Penelitian ini dilaksanakan
dalam dua fase yang saling berkaitan. Fase pertama merupakan studi pendahuluan
yang mengeksplorasi penerapan arsitektur U-Net untuk image denoising citra
micro-CT pori batuan. Dua arsitektur deep learning diuji, yaitu 2D U-Net dan 3D
U-Net, menggunakan citra batupasir Formasi Mt. Simon (3003
piksel3
) yang
didegradasi dengan salt and pepper noise. Hasil fase pertama menunjukkan bahwa
2D U-Net merupakan arsitektur paling optimal, menghasilkan porositas dengan
error relatif 0.84% dan luas permukaan spesifik dengan error relatif 3.70%
terhadap acuan (keduanya lebih baik daripada 3D U-Net). Selain itu, 2D U-Net
berhasil mencapai aspek komputasi yang paling efisien, dengan durasi denoising
8.20 detik (berbanding 18.96 detik dengan 3D U-Net). Fase kedua merupakan
penelitian utama yang membandingkan tiga skema pipeline restorasi-segmentasi
terhadap citra hasil pemindaian large rotation step (0.4° dan 0.8°) dengan acuan
small rotation step (0.2°): Skema kaskade (Skema 1), Skema gabungan parsial
(Skema 2), dan Skema monolitik (Skema 3). Ketiga skema dibangun di atas
arsitektur model identik, yaitu 2D Residual U-Net untuk restorasi (penghapusan
ring artifacts dan noise) dan 2.5D Residual U-Net untuk segmentasi pori. Hasil
menunjukkan bahwa Skema 1 dan Skema 2 secara konsisten dapat menghilangkan
ring artifacts dan noise dengan kualitas restorasi setara, sementara Skema 2 lebih
efisien secara komputasi sehingga menjadi skema yang paling menguntungkan di
antara keduanya. Sebaliknya, Skema 3 memberikan estimasi petrofisika paling
mendekati acuan hanya pada batuan sejenis data latih, tetapi kehilangan kestabilan
pada domain karbonat asing dengan over-segmentation yang signifikan.
Perpustakaan Digital ITB