Tesis ini merancang dan mengevaluasi sebuah kerangka kerja distilasi mutakhir
yang dinamakan Multi-Teacher Knowledge Distillation (MTKD). Metode ini
dikembangkan guna meningkatkan kinerja Large Language Model (LLM)
berukuran kecil, yakni Llama-3.2-1B, dengan memanfaatkan fusi pengetahuan
(knowledge fusion) dari sejumlah teacher model sumber terbuka berkinerja
tinggi (Llama-3.2-3B, Falcon3-3B, dan Phi-2). Kendala fundamental dalam
fusi pengetahuan lintas arsitektur adalah ketidaksesuaian ruang token (crosstokenizer
vocabulary mismatch). Untuk mengatasi tantangan tersebut, penelitian
ini mengimplementasikan mekanisme penyelarasan proyektor kosakata melalui
algoritma Contextual Dynamic Mapping (CDM) dan Minimum Edit Distance
(MinED), serta memformulasikan Weighted KL Divergence yang berfungsi secara
dinamis memitigasi noise akibat translasi token. Evaluasi model dilakukan secara
ekstensif pada enam dataset tolok ukur penalaran (ARC-Challenge, ARC-Easy,
BBH, GSM8K, MBPP, dan MMLU). Hasil eksperimen membuktikan bahwa
agregasi log-probabilitas dari kombinasi multi-teacher berhasil meraih training loss
terendah dibandingkan metode distilasi teacher tunggal (single-teacher knowledge
distillation). Penemuan penting lainnya menyoroti peran krusial teacher dengan
tokenizer yang identik (Llama-3.2-3B) sebagai stabilisator kosakata untuk menjaga
integritas linguistik student, sementara teacher lintas arsitektur menyuntikkan
keberagaman representasi penalaran. Terlepas dari sensitivitas fusi terhadap
tugas generatif dengan noise tinggi, pendekatan MTKD ini terbukti efektif dalam
menyerap serta mentransfer keunggulan komplementer antar teacher ke dalam satu
model akhir yang beroperasi sangat efisien pada tahap inferensi.
Perpustakaan Digital ITB