digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Tugas akhir ini membahas tahap pengolahan data spasial yang didasari oleh citra satelit yang dikeluarkan oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa (LAPAN) sehingga terjadi peningkatan kualitas ketelitian sebagai langkah kajian lanjut penerapan Fit-for-Purpose Land Administration di Indonesia yang menyarankan penggunaan citra satelit atau foto udara. Melalui studi literatur dari penelitian-penelitian yang sudah pernah dilakukan oleh berbagai pihak, akan dianalisis tahap pengolahan data spasial mana yang paling mendekati dengan spesifikasi pemetaan kadaster di Indonesia, yang dijelaskan secara teknisnya pada Peraturan Menteri Negara Agraria Nomor 3 Tahun 1997 . Pada PMNA Nomor 3 Tahun 1997, untuk peta dasar pendaftaran tanah, harus memiliki ketelitian planimetrik sebesar 0,3 mm dari skala peta. Dari berbagai penelitian yang sudah dilakukan sebelumnya oleh berbagai pihak, secara umum, citra yang dikeluarkan oleh LAPAN sudah mampu memenuhi kebutuhan skala 1:2500 dan 1:10000 apabila dilakukan koreksi geometrik menggunakan GCP dengan ketelitian yang baik dan pesebaran yang merata, juga dengan memperhatikan model matematika yang gunakan. Dilihat dari beberapa penelitian yang sudah ada, model matematika yang saat ini terlihat lebih baik adalah model polinomial orde-2.