digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak - HAMZAH HAZ
PUBLIC Open In Flipbook Irwan Sofiyan

DAFTAR ISI Hamzah Haz
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan


BAB 1 Hamzah Haz
PUBLIC Open In Flipbook Irwan Sofiyan

BAB 2 Hamzah Haz
PUBLIC Open In Flipbook Irwan Sofiyan

BAB 3 Hamzah Haz
PUBLIC Open In Flipbook Irwan Sofiyan

BAB 4 Hamzah Haz
PUBLIC Open In Flipbook Irwan Sofiyan

BAB 5 Hamzah Haz
PUBLIC Open In Flipbook Irwan Sofiyan

PUSTAKA Hamzah Haz
PUBLIC Open In Flipbook Irwan Sofiyan

LAMPIRAN Hamzah Haz
PUBLIC Open In Flipbook Irwan Sofiyan

DAS Cimanuk di Jawa Barat, Indonesia, merupakan wilayah morfotektonik yang kompleks yang dipengaruhi oleh interaksi antara vulkanisme aktif di selatan dan struktur geologi di utara. Memahami variasi spasial aktivitas tektonik di lingkungan vulkanik-tektonik ini sangat penting untuk merekonstruksi evolusi geomorfik wilayah tersebut dan menilai bahaya tektonik aktif. Evaluasi tektonik aktif dilakukan pada drainase yang diturunkan dari DEM dan indeks geomorfik dengan total 69 Sub-DAS. Studi ini bertujuan untuk mengukur aktivitas tektonik relatif di DAS Cimanuk dengan mengintegrasikan beberapa indeks geomorfik: Hipsometri Integral (HI), Indeks Gradien Panjang Aliran (SL), Rasio Lebar Dasar Lembah terhadap Tinggi Lembah (Vf), Indeks Bentuk Daerah Aliran Sungai (Bs), dan Faktor Asimetri (Af) menjadi Indeks Aktivitas Tektonik Relatif (IATR) komposit. Rata-rata dari lima indeks geomorfik yang diukur digunakan untuk mengevaluasi distribusi aktivitas tektonik relatif di wilayah studi. Empat kelas digunakan untuk mengklasifikasikan tingkat aktivitas tektonik relatif, yaitu kelas 1 dengan nilai 1,60–1,95 aktivitas tektonik sangat tinggi; kelas 2 dengan 1,96–2,30 aktivitas tektonik tinggi; kelas 3 dengan 2,31–2,65 aktivitas tektonik sedang; serta kelas 4 dengan 2,66–3,00 aktivitas tektonik rendah. Hubungan antara nilai Indeks Aktivitas Tektonik Relatif (IATR) dan indeks geomorfik menunjukkan perbedaan respon geomorfologi yang jelas antara domain tektonik dan vulkanik di DAS Cimanuk. Domain tektonik dicirikan oleh kombinasi nilai SL tinggi, Vf rendah, Bs memanjang, dan Af tinggi yang merefleksikan pengangkatan diferensial serta pengaruh struktur terhadap sistem aliran sungai, sedangkan domain vulkanik menunjukkan nilai IATR yang lebih rendah akibat dominasi proses vulkanik, seperti pola drainase radial dan litologi piroklastik muda. Hasil ini menegaskan bahwa interpretasi IATR perlu mempertimbangkan mekanisme geomorfik yang berbeda antara proses tektonik dan vulkanik yang bekerja secara bersamaan. Integrasi data morfometri dan geologi menegaskan bahwa DAS Cimanuk merupakan bentang alam yang mengalami deformasi aktif, dibentuk oleh vulkanik dan tektonik kompresional regional. Hasil pada area vulkanik memiliki hasil yang bias, dan perlu untuk konfirmasi secara cek lapangan atau analisis dari parameter lain.