Tesis ini mengusulkan cara menyatakan risiko penurunan reksa dana saham Indonesia
sebagai potensi kerugian dalam nilai uang, bukan sekadar label. Saat ini investor hanya
diberi label Rendah, Sedang, atau Tinggi dan paling banter standar deviasi, yang tidak
menunjukkan seberapa besar kerugian yang mungkin terjadi, sementara aturan Auto
Rejection Bursa Efek Indonesia dapat menekan estimasi risiko dengan menyensor hari-hari
terburuk. Untuk mengatasi keduanya, penelitian ini menjalankan simulasi Monte Carlo
harian dari model GJR-GARCH(1,1) dengan inovasi Student-t miring, menerapkan batas
Auto Rejection pada hasil simulasi, lalu membaca Value at Risk dan Expected Shortfall dari
ekornya. Model diuji balik dengan uji Kupiec dan Christoffersen pada tingkat 5 persen dan
dibandingkan dengan kelas metode yang dipakai studi Indonesia terdahulu pada data yang
sama.
Enam belas deret harian periode 2006 hingga 2025 digunakan, lima saham besar dengan
indeks IHSG dan LQ45 sebagai kontrol dan sembilan reksa dana saham sebagai objek utama.
ES konsisten lebih besar daripada VaR pada kedua tingkat dan selisihnya melebar hampir
dua kali lipat saat krisis, sehingga menangkap kedalaman kerugian yang dipotong oleh VaR.
Pengaruh batas Auto Rejection bergantung pada rezim, tidak mengikat pada batas lebar saat
ini dan nyaris tak menyentuh reksa dana terdiversifikasi bahkan pada batas ketat periode
COVID, karena satu saham yang menyentuh batas terimbangi di dalam portofolio. Seluruh
deret lolos uji hitungan pada pasar normal, termasuk reksa dana, meski masih ada sedikit
pengelompokan pelanggaran langka pada 99 persen dan cakupan lebih lemah pada 95 persen
saat krisis, dan kerangka ini lolos lebih banyak uji balik dibanding metode terdahulu yang
lebih sederhana.
Secara keseluruhan, VaR dan ES yang dibangun dengan cara ini memberi gambaran risiko
penurunan yang lebih utuh dan jujur dibanding label dan standar deviasi yang ada sekarang,
paling kuat pada pasar normal, sehingga regulator dapat menambahkan ukuran potensi
kerugian semacam ini pada keterbukaan risiko saat ini.
Kata Kunci: Value at Risk, Expected Shortfall, GARCH, Simulasi Monte Carlo, Auto Rejection,
Reksa Dana Indonesia.
Perpustakaan Digital ITB