digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Telefarmasi merupakan layanan kefarmasian jarak jauh yang terus berkembang di Indonesia, namun pemahaman dan kesiapan mahasiswa terhadap layanan ini masih belum banyak dikaji. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara pengetahuan, persepsi, dan kesediaan mahasiswa Indonesia menggunakan layanan telefarmasi. Penelitian potong lintang dilakukan menggunakan kuesioner daring yang telah divalidasi, dengan jumlah responden 516 mahasiswa aktif. Hasil menunjukkan bahwa 45,15% responden memiliki tingkat pengetahuan rendah, sedangkan 75,00% memiliki persepsi positif dan 68,80% memiliki kesediaan positif menggunakan telefarmasi. Berdasarkan analisis bivariat, jenis kelamin (p=0,09-0,60) tidak menunjukkan hubungan yang bermakna dengan ketiga domain, sementara kepemilikan penyakit kronis menunjukkan hubungan yang bermakna dengan pengetahuan, persepsi, maupun kesediaan (p<0,001). Uji korelasi Spearman menunjukkan tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dan persepsi (r=-0,07; p=0,11), terdapat hubungan negatif lemah antara pengetahuan dan kesediaan (r=-0,10; p=0,02), serta hubungan positif sedang antara persepsi dan kesediaan (r=0,61; p<0,01). Disimpulkan bahwa persepsi memiliki hubungan yang lebih kuat dengan kesediaan mahasiswa menggunakan layanan telefarmasi dibandingkan pengetahuan.