digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Michell
PUBLIC Open In Flipbook Alice Diniarti

Desalinasi air laut merupakan salah satu metode yang digunakan untuk mengatasi masalah kekurangan air bersih dengan mengolah air laut menjadi air tawar. Salah satu teknologi desalinasi air laut terbaru adalah teknologi membran dengan driving force perbedaan tekanan uap, seperti membran distilasi (MD). Namun, penggunaan umpan air laut dapat menyebabkan terjadinya biofouling pada MD. Hal ini disebabkan oleh adanya lapisan biofilm yang dihasilkan oleh mikroba air laut, sehingga kinerja MD berkurang seiring dengan berjalannya waktu. Berdasarkan hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan pada membran berbasis tekanan, biofouling dapat dikendalikan melalui perlakuan secara kimiawi dan fisik. Akan tetapi, metode-metode tersebut belum teruji dalam mengendalikan biofouling pada MD. Oleh karena itu, dilakukan penelitian mengenai perlakuan yang tepat dalam mengendalikan biofouling pada MD dengan konfigurasi Vacuum Membran Distillation (VMD) dengan umpan suspensi Pseudomonas aeruginosa dalam air laut buatan. Perlakuan secara kimiawi dilakukan menggunakan NaOH, dan perlakuan fisik dilakukan dengan air backwashing. Waktu percobaan adalah 6 jam, dengan variasi frekuensi dan durasi perlakuan, serta tekanan udara yang digunakan dalam air backwashing. Untuk mengetahui dampak tiap perlakuan, dilakukan beberapa analisis yaitu analisis fluks, konduktivitas, morfologi membran, hidrofobisitas, dan kuantifikasi biofouling. Hasil analisis SEM tidak menunjukkan adanya lapisan biofilm pada membran, yang mengindikasikan bahwa biofouling terbentuk disebabkan oleh keberadaan Soluble Microbial Products (SMP). Selain itu, dari seluruh analisis yang telah dilakukan diperoleh perlakuan kimia terbaik adalah ketika frekuensi perlakuan setiap 4 jam dan durasi 10 menit. Perlakuan fisika terbaik adalah frekuensi perlakuan setiap 4 jam, durasi 10 detik, dan tekanan udara 1 bar. Perlakuan kimia lebih efektif dibandingkan perlakuan fisika dalam mengendalikan biofouling, dimana perlakuan yang terlalu sering dapat menyebabkan kerusakan pada struktur membran sehingga mempercepat wetting.