Abstrak - STEVEN TJHIA
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Gangguan neurologis berat dapat menyebabkan seseorang kehilangan kemampuan
berkomunikasi secara verbal meskipun fungsi kognitifnya tetap utuh. Teknologi
brain-computer interface (BCI) yang mendekode sinyal elektroensefalografi (EEG)
menjadi teks menawarkan solusi untuk hal tersebut, namun penelitiannya dalam
bahasa Indonesia masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan mengumpulkan
dataset EEG ucapan yang dibayangkan dalam bahasa Indonesia serta
mengimplementasikan dan mengevaluasi arsitektur Conformer-Transducer untuk
mendekode sinyal EEG menjadi teks.
Data EEG dikumpulkan menggunakan perangkat Emotiv EPOC X dengan 14 kanal
dari 12 subjek dengan total 1050 rekaman. Sinyal diekstraksi fiturnya menggunakan
transformasi Hilbert-Huang dan log-mel spectrogram, lalu didekode dengan
arsitektur Conformer-Transducer yang menggunakan jenis Decoder LSTM
maupun IndoGPT. Berbagai kombinasi teknik ekstraksi fitur dan jenis Decoder
dievaluasi menggunakan metrik Character Error Rate (CER), Word Error Rate
(WER), Bilingual Evaluation Understudy (BLEU), Recall-Oriented Understudy for
Gisting Evaluation (ROUGE), dan BertScore, serta pengujian noise baseline.
Hasil menunjukkan arsitektur berhasil diimplementasikan, namun kinerja model
masih kurang baik. Pengujian noise baseline mengungkap bahwa tidak ada
arsitektur yang benar-benar mempelajari pola sinyal EEG karena hasil dengan
masukan noise tidak jauh berbeda dengan sinyal EEG asli. Penelitian ini
menyimpulkan bahwa dekode sinyal EEG ucapan yang dibayangkan ke teks dalam
bahasa Indonesia masih merupakan permasalahan yang menantang.
Perpustakaan Digital ITB