digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Komunitas riset jaringan SOI Asia telah membuat testbed di Institut Teknologi Bandung sebagai wadah riset kolaborasi di Asia Pasifik. Versi sebelumnya dari testbed tersebut memiliki keterbatasan, yaitu ketiadaan mekanisme isolasi pengguna, sistem keamanan yang lemah di berbagai lapisan, serta pemanfaatan sumber daya sistem yang kurang optimal. Tugas akhir ini mengembangkan testbed versi 3.0 untuk meyelesaikan keterbatasan tersebut. Tiga poin utama yang dilakukan adalah meningkatkan ketersediaan dan manajemen akses, mengefisiensikan manajemen riset melalui otomasi berbasis dashboard, memperkuat keamanan sistem, serta mengoptimalkan penggunaan node. Proyek ini dibuat dengan tiga subsistem, yaitu frontend yang terdiri dari teknologi Vue.js 3 dan Tailwind CSS, backend dengan teknologi FastAPI dan Flask yang terintegrasi oleh Ansible dan Socket.IO, serta perangkat keras yang terdiri dari node komputasi deangn prosesor Intel Core i7-13700, NVMe, dan switch Intel Tofino yang mendukung pemrosesan paket hingga 100 Gbps. Fitur isolasi diimplementasikan melalui mekanisme pengelompokan berdasarkan team_id. Mekanisme ini memungkinkan kolaborasi banyak pengguna secara parallel di node tanpa interferensi. Akses jarak jauh ke node disediakan melalui integrasi Apache Guacamole dengan protocol RDP pada susunan GNOME dan X11. Selain itu, sistem manajemen citra menggunakan CLonezilla yang secara otomatis dieksekusi dengan playbook Ansible. Kemudian, keamanan sistem ditingkatkan dengan menggunakan UFW firewall, menghubungkan localhost ke layanan internal, dan mengautentikasi dengan JSON Web Token berdasarkan peran untuk kontrol akses. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem berhasil memenuhi seluruh metrik yang ditetapkan. Akurasi autentikasi mencapai 100% dari 1.000 skenario uji dengan lima pengguna konkuren, dengan waktu respons rata-rata di bawah 5 ms untuk endpoint frontend dan di bawah 3 detik untuk seluruh endpoint. Fitur sesi berbagi multi-pengguna memenuhi target sinkronisasi di bawah 2 detik pada 100% kejadian yang diuji, dengan latensi median 83,50 ms. Lima sesi Remote Desktop Protocol berjalan paralel ke satu node tanpa konflik. Pembaruan metrik monitoring berhasil dioptimasi dari 8,26 detik menjadi rata-rata 3,2 detik, memenuhi target di bawah 5 detik. Pengujian hardware selama lebih dari 5 hari menunjukkan 13 dari 15 node mempertahankan skor ketersediaan di atas 95. Arsitektur keamanan mencapai skor 100% setelah proses penguatan dua fase yang menutup seluruh celah yang tidak disengaja. Sistem testbed v3.0 yang dihasilkan telah terbukti dapat meningkatkan keamanan, fleksibilitas kolaborasi, dan efisiensi manajemen resource dibandingkan versi sebelumnya. Dengan demikian, sistem ini dapat digunakan untuk mengoptimalkan proses riset jaringan oleh komunitas riset internasional.