digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Proses produksi besi tulangan di PT Bhirawa Steel masih menghadapi tantangan dalam meningkatkan efisiensi penggunaan material. Tingkat waste material aktual sebesar 3,80% masih berada di atas target perusahaan sebesar 3,70%. Salah satu penyebabnya adalah sistem simulasi produksi berbasis spreadsheet yang digunakan saat ini masih melakukan evaluasi kombinasi panjang potongan billet secara manual, sehingga jumlah alternatif yang dianalisis terbatas, proses evaluasi membutuhkan waktu relatif lama, serta hasil simulasi sangat bergantung pada pengalaman operator. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan kombinasi panjang potongan billet yang dipilih belum optimal dalam meminimalkan waste material, khususnya short length. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keterbatasan sistem simulasi existing, mengembangkan sistem simulasi berbasis Python sebagai Decision Support System (DSS), serta mengevaluasi kinerja sistem dalam menghasilkan rekomendasi kombinasi panjang potongan billet yang optimal berdasarkan parameter yield, waste material, validasi model, dan analisis sensitivitas. Sistem dikembangkan menggunakan Pandas sebagai engine simulasi, Streamlit sebagai antarmuka pengguna, dan Plotly sebagai media visualisasi. Model simulasi mengevaluasi seluruh alternatif kombinasi panjang potongan billet pada delapan diameter produk (D10, D13, D16, D19, D22, D25, D32, dan D36) dengan mempertimbangkan constraint operasional perusahaan, meliputi panjang billet induk, rentang panjang potongan FIX, jumlah potongan, serta batas panjang sisa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem simulasi berbasis Python mampu mengevaluasi sekitar 104 alternatif kombinasi pada setiap diameter secara otomatis serta menghasilkan rekomendasi kombinasi panjang potongan billet yang lebih optimal dibandingkan metode spreadsheet existing. Validasi terhadap data aktual produksi menunjukkan bahwa hasil simulasi memiliki kecenderungan yang lebih mendekati kondisi operasional perusahaan. Selain itu, sistem mampu meningkatkan nilai yield simulasi dan menurunkan waste short length secara signifikan melalui evaluasi kombinasi yang lebih komprehensif. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa perluasan rentang panjang potongan FIX tidak memberikan perubahan yang berarti terhadap yield maupun jumlah produk jadi, namun efektif menurunkan short length, dengan skenario rentang 3,00–4,78 m menghasilkan rata-rata short length terendah. Kontribusi penelitian ini terletak pada pengembangan sistem simulasi berbasis Python yang tidak hanya mengotomatisasi proses evaluasi kombinasi panjang potongan billet, tetapi juga mengintegrasikan proses simulasi, validasi, optimasi, visualisasi, dan penyusunan rekomendasi dalam satu platform Decision Support System (DSS) yang dapat mendukung proses pengambilan keputusan produksi secara lebih cepat, objektif, dan berbasis data.