digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak - REINA PUTERI RAMADHANI
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

COVER Reina Puteri Ramadhani
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 1 Reina Puteri Ramadhani
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 Reina Puteri Ramadhani
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 Reina Puteri Ramadhani
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 Reina Puteri Ramadhani
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 Reina Puteri Ramadhani
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

PUSTAKA Reina Puteri Ramadhani
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

LAMPIRAN Reina Puteri Ramadhani
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum terintegrasinya proses reservasi pemeriksaan penunjang dengan validasi dokumen rujukan. Di sisi lain, belum terstandarisasinya data pasien, khususnya pasien non-BPJS, menghambat interoperabilitas antar fasilitas kesehatan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem reservasi pemeriksaan penunjang berbasis standar Fast Healthcare Interoperability Resources (FHIR) dengan fitur validasi otomatis surat rujukan pada studi kasus di RSUD Kota Tanjungpinang. Sistem dikembangkan menggunakan framework Laravel dengan pendekatan TALL stack (Tailwind, Alpine.js, Livewire, Laravel) dan memanfaatkan resource FHIR, yaitu Patient, ServiceRequest, Appointment, dan Encounter. Validasi dokumen dilakukan melalui ekstraksi teks menggunakan parsing dokumen dan Optical Character Recognition (OCR) yang divalidasi dengan metode hybrid rule-based keyword. Hasil evaluasi menunjukkan nilai recall ekstraksi kata kunci sebesar 85,6% dan tingkat keberhasilan validasi dokumen sebesar 93,75%. Pengujian usability menggunakan Single Ease Question (SEQ) menghasilkan nilai rata-rata di atas 6 dari skala 7, sedangkan System Usability Scale (SUS) memperoleh skor rata-rata 73,6 dengan kategori baik. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sistem mampu meningkatkan efisiensi proses administrasi serta memberikan pengalaman pengguna yang baik, sekaligus mendukung penerapan standar interoperabilitas berbasis FHIR.