digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Elbert Chailes
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

Penjual e-commerce skala mikro yang melakukan pengadaan melalui platform B2B cross-border dihadapkan pada keputusan pemilihan pemasok dan alokasi pesanan yang harus mempertimbangkan berbagai batasan operasional, seperti minimum order quantity, maximum order quantity, minimum order price, maximum order price, keterbatasan modal kerja, dan kapasitas gudang. Selain menghasilkan alokasi pesanan yang memenuhi berbagai batasan tersebut, keputusan pengadaan juga perlu mengoptimalkan keuntungan yang diperoleh dari proses pengadaan. Oleh karena itu, penelitian ini mengusulkan sistem pendukung keputusan Supplier Selection dan Order Allocation (SSOA) yang mengintegrasikan metode multi-criteria decision making dan optimasi matematis. Penelitian ini mengembangkan tiga kebijakan supplier selection, yaitu Most- Frequent, Shannon Entropy-TOPSIS, dan Best Worst Method (BWM)-TOPSIS, yang kemudian diintegrasikan dengan model soft-demand Mixed Integer Linear Programming (MILP) untuk menentukan alokasi pesanan yang memaksimalkan nilai fungsi objektif dengan tetap memenuhi berbagai batasan operasional serta mengakomodasi unmet demand dan overbuy. Evaluasi dilakukan menggunakan dua periode pengadaan pada objek studi berupa penjual e-commerce skala mikro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model MILP berhasil menghasilkan rekomendasi alokasi pesanan yang memenuhi batasan operasional pemasok maupun penjual. Selain itu, perbedaan kebijakan supplier selection menghasilkan kandidat pemasok yang berbeda dan berdampak terhadap hasil rekomendasi pengadaan, termasuk nilai objective, estimasi profit, overbuy, dan unmet demand. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kualitas kandidat pemasok yang dihasilkan pada tahap supplier selection memengaruhi kualitas keputusan order allocation yang diperoleh.