digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Sistem pemeriksaan fakta otomatis diperlukan untuk membantu proses verifikasi klaim berdasarkan bukti yang tersedia. Satu di antara pendekatan yang dapat digunakan adalah Knowledge Stream (KS), yaitu metode berbasis graf pengetahuan yang menilai dukungan suatu klaim melalui aliran pengetahuan antara entitas subyek dan obyek. Namun penerapan metode KS pada dataset pemeriksaan fakta berbasis teks membutuhkan informasi terstruktur dalam bentuk triplet subyekpredikat- obyek (S-P-O). Sedangkan dataset pemeriksaan fakta yang tersedia, khususnya yang berbahasa Indonesia, biasanya disajikan dalam bentuk teks tidak terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk membentuk representasi triplet S-P-O dari klaim dan bukti pada pemeriksaan fakta berbahasa Indonesia, sehingga dapat digunakan untuk pemeriksaan fakta menggunakan metode KS. Penelitian dilakukan menggunakan 300 data Mafindo yang terdiri atas 150 data real dan 150 data fake. Data tersebut dibagi menjadi data validasi dan data uji dengan perbandingan 7:3. Dilakukan prapemrosesan terhadap klaim, bukti hasil crawling, dan bukti hasil peringkasan berupa pembersihan menggunakan Qwen3-8B dan normalisasi berbasis regex. Eksperimen pembentukan triplet menggunakan Qwen3- 8B dilakukan dalam tiga skenario sumber bukti yaitu bukti hasil crawling, bukti hasil ringkasan, dan gabungan keduanya. Kualitas pembentukan triplet dievaluasi menggunakan recall, pair success rate, dan path success rate, sedangkan hasil pemeriksaan fakta dievaluasi menggunakan akurasi dan Makro-F1. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa skenario gabungan bukti menghasilkan keterhubungan triplet terbaik dengan recall sebesar 87,3%, pair success rate sebesar 77,25%, dan path success rate sebesar 29,67%. Skenario bukti hasil crawling dan gabungan bukti memberikan kinerja pemeriksaan fakta terbaik pada data uji dengan akurasi sebesar 65,38% dan Makro-F1 sebesar 48,12%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa cakupan bukti yang lebih luas dapat meningkatkan keterhubungan graf dibandingkan penggunaan bukti hasil peringkasan. Namun rendahnya path success rate menunjukkan bahwa perbedaan representasi entitas dan relasi antara klaim dan bukti masih menjadi keterbatasan utama dalam penerapan KS pada dataset pemeriksaan fakta berbahasa Indonesia.