ABSTRAK Sulthan Nabil Rajendra [13322007]
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
COVER
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB I
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB II
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB III
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB IV
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB V
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
DAFTAR PUSTAKA
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
LAMPIRAN
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
ntegrasi teknologi navigasi dalam prosedur bedah tulang belakang saat ini esensial untuk meminimalisasi risiko komplikasi klinis. Namun, prosedur registrasi spasial yang umumnya masih bergantung pada lokalisasi fiducial marker secara manual sering kali memakan waktu yang lama. Penelitian ini mengembangkan sistem navigasi yang mengintegrasikan data citra CT bertipe O-arm dengan kamera pelacak optik menggunakan algoritma lokalisasi fiducial otomatis.
Dalam mengevaluasi sistem navigasi yang telah dikembangkan, algoritma lokalisasi fiducial diuji menggunakan 4 data CT scan berbeda untuk melihat rata-rata Fiducial Localization Error (FLE) dari pengaruh dari jarak kamera pelacak optik, pengaruh orientasi instrumen bedah, serta pengaruh konfigurasi fiducial sebagai referensi dalam proses registrasi spasial.
Hasil dari evaluasi menujukkan bahwa sistem navigasi bedah yang dikembangkan mampu mendeteksi lokasi fiducial dari data CT scan dengan akurasi sub-milimeter, yaitu dengan galat sekitar 0.36-0.38 mm. Pada integrasi perangkat keras, sistem mencapai Target Registrastion Error (TRE) minimum sebesar 2.11 mm pada jarak fokus optimal kamera sejauh 1.6 meter. Orientasi alat bedah memengaruhi presisi secara signifikan, dengan lonjakan galat tertinggi (TRE > 5.0 mm) terjadi pada sudut pitch -45° akibat terhalangnya marker infrared instrument dari garis pandang sensor kamera pelacak optik. Lebih lanjut, penggunaan konfigurasi 7 fiducial dengan sebaran spasial yang luas terbukti paling superior dalam meminimalisasi nilai TRE dalam sistem navigasi.
Perpustakaan Digital ITB