Pelaksanaan Uji Kompetensi Jabatan Fungsional (JF) Analis SDM Aparatur di
Badan Kepegawaian Negara (BKN) masih menggunakan Computer-Based Testing
(CBT) fixed-length yang menyajikan jumlah soal yang sama kepada seluruh peserta
tanpa mempertimbangkan perbedaan kemampuan. Pendekatan tersebut
menyebabkan pengukuran kurang efisien, berpotensi meningkatkan kelelahan
peserta, serta belum mampu menjamin keterwakilan blueprint kompetensi dan
pemerataan penggunaan bank soal. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem
Content-Constrained Computerized Adaptive Testing (C-CAT) berbasis Item
Response Theory (IRT) yang efisien, presisi, menjaga validitas isi, dan
meningkatkan keamanan bank soal pada Uji Kompetensi JF Analis SDM Aparatur.
Penelitian menggunakan Design Science Research Methodology (DSRM) yang
meliputi identifikasi permasalahan, perancangan artefak, pengembangan prototipe,
demonstrasi, dan evaluasi. Model pengukuran menggunakan IRT 1PL (Rasch)
dengan estimasi kemampuan Hybrid Expected A Posteriori–Maximum Likelihood
Estimation (EAP–MLE). Mekanisme pemilihan butir mengintegrasikan Maximum
Priority Index (MPI) untuk content balancing dan Fade-away Item exposure
control untuk pemerataan penggunaan bank soal. Sistem diimplementasikan dalam
prototipe berbasis web menggunakan Laravel, Vue.js, dan Python Engine,
kemudian dievaluasi melalui simulasi terhadap 600 peserta menggunakan metrik
test length, Standard Error of Measurement (SEM), RMSE, korelasi estimasi
kemampuan, blueprint deviation, dan item exposure.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem C-CAT mempertahankan efisiensi
pengukuran dengan rata-rata panjang tes 52,07 butir, atau mengurangi sekitar 48%
jumlah soal dibandingkan CBT fixed-length 100 butir. Presisi pengukuran tetap
terjaga dengan RMSE sebesar 0,202, Mean SEM sebesar 0,351, dan korelasi
estimasi kemampuan sebesar 0,980. Selain itu, Blueprint RMSE berhasil
diturunkan dari 0,096 menjadi 0,030, sedangkan tingkat maximum item exposure
menurun dari 1,00 menjadi 0,82. Hasil tersebut menunjukkan bahwa integrasi
Hybrid EAP–MLE, MPI, dan Fade-away Item exposure control mampu
menghasilkan sistem pengujian adaptif yang tetap presisi, memenuhi blueprint
kompetensi, dan meningkatkan keamanan bank soal. Penelitian ini memberikan
kontribusi berupa model C-CAT, metode seleksi butir hibrida, serta prototipe
sistem asesmen adaptif yang dapat menjadi alternatif pengembangan uji kompetensi
berbasis IRT pada lingkungan Badan Kepegawaian Negara.
Perpustakaan Digital ITB