Adopsi kecerdasan buatan untuk analisis data pada organisasi sering terkendala tiga
hal: risiko privasi akibat pengiriman data ke layanan komputasi awan, biaya
operasional, dan kebutuhan perangkat keras mahal. Tugas akhir ini menjawab
apakah sebuah agen analis data (agentic data analyst) yang dapat diandalkan untuk
analisis deskriptif dapat dibangun sepenuhnya secara lokal di atas perangkat keras
kelas menengah. Subsistem backend yang dikembangkan, DAAT (Data Analysis
Agent Tool), memanfaatkan Large Language Model lokal Qwen3 8B melalui
Ollama, orkestrasi berbasis LangGraph, komputasi deterministik Pandas, dan
visualisasi Plotly. Sistem dibatasi pada statistik deskriptif, identifikasi tren historis,
dan laporan naratif. Untuk mengatasi halusinasi numerik, sistem memisahkan
komputasi angka (deterministik, oleh Pandas) dari pembangkitan narasi (oleh
model), kemudian meredaksi setiap angka pada narasi yang tidak dapat dicocokkan
dengan nilai hasil komputasi terverifikasi. Pengujian dilakukan pada tiga dataset
lintas domain (ritel, kesehatan, akademik) menggunakan satu GPU NVIDIA RTX
3060 12 GB. Sistem berjalan dengan latensi sekitar 20–24 detik per kueri, lolos 302
pengujian unit otomatis, dan menghasilkan metrik tak-berskala (peringkat,
proporsi, pola temporal) yang konsisten dengan dataset acuan berskala penuh pada
ketiga domain. Audit kode menunjukkan komputasi dan inferensi dijalankan
komponen lokal tanpa pemanggilan layanan eksternal berbayar. Sebagai titik
pembanding, model DeepAnalyze 8B yang menuntut GPU 24 GB tidak
menghasilkan keluaran yang dapat diandalkan dalam pengujian reproduksi pada
lingkungan yang sama. Hasil ini menunjukkan agen analis data deskriptif yang
lokal dan hemat sumber daya dapat direalisasikan pada perangkat keras kelas
menengah, dengan mekanisme deterministik yang menjaga keluaran numerik tetap
terverifikasi.
Perpustakaan Digital ITB