digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Kanker merupakan penyakit yang ditandai dengan proliferasi sel abnormal yang tidak terkendali, mampu menginvasi jaringan di sekitarnya, dan bermetastasis ke bagian tubuh lain. Tingkat keberhasilan pembedahan pada berbagai jenis kanker, termasuk kanker payudara yang memiliki angka insidensi tinggi, masih terkendala oleh tingginya risiko kekambuhan akibat eksisi batas tumor yang tidak sempurna. Lokalisasi tumor secara konvensional (palpasi dan visualisasi langsung), radio?guided surgery, dan fluorescence-guided surgery masing-masing memiliki keterbatasan, seperti resolusi gambar yang rendah, penetrasi sinyal yang dangkal, serta risiko positif palsu. Senyawa hibrida radiofluoresen, yang menggabungkan radionuklida dan fluorofor dalam satu molekul, menawarkan solusi dengan menyediakan informasi dimensi, lokalisasi, dan morfologi tumor secara lebih akurat untuk memandu eksisi bedah. Meskipun telah dikembangkan untuk kanker sentinel node, ginjal, dan prostat, senyawa serupa yang secara spesifik menargetkan kanker payudara belum tersedia, padahal insidensinya sangat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh senyawa hibrida (radiofluoresen) turunan benzotiazol yang berpotensi sebagai pemandu pembedahan kanker payudara, melalui kajian mode ikatan dan afinitasnya terhadap reseptor estrogen, termasuk pengaruh elemen spacer, penentuan kondisi optimum sintesis untuk memperoleh rendemen tertinggi, serta evaluasi interaksinya dengan reseptor estrogen sebagai dasar potensi aplikasinya. Dua senyawa hibrida, [131I]I-BNF03 (dengan spacer asam amino metil benzoat) dan [ 131I]I-WS03 (tanpa spacer), berhasil disintesis dan dievaluasi secara in vitro dan in vivo. Kedua probe terinternalisasi pada sel MCF-7, namun [131I]I-BNF03 menunjukkan intensitas FITC dan retensi seluler yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan [131I]I-WS03. Hal ini konsisten dengan hasil MM-PBSA yang menunjukkan afinitas ikatan I-BNF03 terhadap ER? lebih kuat, sehingga mengindikasikan bahwa spacer meningkatkan ikatan hidrogen dan interaksi hidrofobik antara senyawa dan reseptor. Uji biodistribusi pada hewan normal menunjukkan jalur ekskresi ganda (renal dan hepatobilier) dengan klirens darah cepat dan uptake nonspesifik rendah pada sebagian besar organ, meskipun akumulasi tinggi pada tiroid mengindikasikan perlunya strategi radiolabeling lanjutan untuk meningkatkan stabilitas in vivo. iSecara keseluruhan, afinitas tinggi terhadap ER? dan profil biodistribusi yang menguntungkan menunjukkan potensi awal [131I]I-BNF03 sebagai kandidat senyawa pemandu pembedahan kanker payudara, meskipun validasi lebih lanjut pada model tumor tetap diperlukan untuk mengonfirmasi kapabilitasnya secara definitif.