Kanker merupakan penyakit yang ditandai dengan proliferasi sel abnormal yang
tidak terkendali, mampu menginvasi jaringan di sekitarnya, dan bermetastasis ke
bagian tubuh lain. Tingkat keberhasilan pembedahan pada berbagai jenis kanker,
termasuk kanker payudara yang memiliki angka insidensi tinggi, masih terkendala
oleh tingginya risiko kekambuhan akibat eksisi batas tumor yang tidak sempurna.
Lokalisasi tumor secara konvensional (palpasi dan visualisasi langsung), radio?guided surgery, dan fluorescence-guided surgery masing-masing memiliki
keterbatasan, seperti resolusi gambar yang rendah, penetrasi sinyal yang dangkal,
serta risiko positif palsu. Senyawa hibrida radiofluoresen, yang menggabungkan
radionuklida dan fluorofor dalam satu molekul, menawarkan solusi dengan
menyediakan informasi dimensi, lokalisasi, dan morfologi tumor secara lebih
akurat untuk memandu eksisi bedah. Meskipun telah dikembangkan untuk kanker
sentinel node, ginjal, dan prostat, senyawa serupa yang secara spesifik menargetkan
kanker payudara belum tersedia, padahal insidensinya sangat tinggi. Penelitian ini
bertujuan untuk memperoleh senyawa hibrida (radiofluoresen) turunan benzotiazol
yang berpotensi sebagai pemandu pembedahan kanker payudara, melalui kajian
mode ikatan dan afinitasnya terhadap reseptor estrogen, termasuk pengaruh elemen
spacer, penentuan kondisi optimum sintesis untuk memperoleh rendemen tertinggi,
serta evaluasi interaksinya dengan reseptor estrogen sebagai dasar potensi
aplikasinya.
Dua senyawa hibrida, [131I]I-BNF03 (dengan spacer asam amino metil benzoat) dan
[
131I]I-WS03 (tanpa spacer), berhasil disintesis dan dievaluasi secara in vitro dan
in vivo. Kedua probe terinternalisasi pada sel MCF-7, namun [131I]I-BNF03
menunjukkan intensitas FITC dan retensi seluler yang secara signifikan lebih tinggi
dibandingkan [131I]I-WS03. Hal ini konsisten dengan hasil MM-PBSA yang
menunjukkan afinitas ikatan I-BNF03 terhadap ER? lebih kuat, sehingga
mengindikasikan bahwa spacer meningkatkan ikatan hidrogen dan interaksi
hidrofobik antara senyawa dan reseptor. Uji biodistribusi pada hewan normal
menunjukkan jalur ekskresi ganda (renal dan hepatobilier) dengan klirens darah
cepat dan uptake nonspesifik rendah pada sebagian besar organ, meskipun
akumulasi tinggi pada tiroid mengindikasikan perlunya strategi radiolabeling
lanjutan untuk meningkatkan stabilitas in vivo.
iSecara keseluruhan, afinitas tinggi terhadap ER? dan profil biodistribusi yang
menguntungkan menunjukkan potensi awal [131I]I-BNF03 sebagai kandidat
senyawa pemandu pembedahan kanker payudara, meskipun validasi lebih lanjut
pada model tumor tetap diperlukan untuk mengonfirmasi kapabilitasnya secara
definitif.
Perpustakaan Digital ITB