ABSTRAK Ryan Ramadhan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
COVER Ryan Ramadhan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 1 Ryan Ramadhan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Ryan Ramadhan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Ryan Ramadhan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Ryan Ramadhan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Ryan Ramadhan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
PUSTAKA Ryan Ramadhan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Metode Alternate wetting and drying (AWD) merupakan salah satu teknik irigasi
hemat air pada budidaya padi yang memerlukan pemantauan ketinggian air secara
akurat untuk menentukan waktu irigasi yang tepat. Sensor yang umum digunakan,
seperti sensor ultrasonik dan sensor pelampung, memiliki keterbatasan berupa
sensitivitas terhadap gangguan lingkungan, korosi, serta keausan mekanis. Oleh
karena itu, pada penelitian ini dikembangkan sensor kapasitif berbasis geometri
silinder konsentris untuk pengukuran ketinggian air pada sistem AWD. Sensor
dirancang menggunakan dua elektroda silinder konsentris sepanjang 40 cm yang
dihubungkan dengan IC FDC2214 sebagai konverter kapasitansi-ke-digital.
Penelitian meliputi perancangan sensor, kalibrasi hubungan antara kapasitansi dan
ketinggian air, serta karakterisasi kinerja sensor melalui pengujian sensitivitas,
linearitas, error, dan standar deviasi. Selain itu, dilakukan analisis pengaruh variasi
Total Dissolved Solids (TDS) dan perbandingan jari-jari sensor (R2/R1) terhadap
hasil pengukuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kapasitansi meningkat
secara linier terhadap kenaikan ketinggian air. Variasi rasio R2/R1 memengaruhi
sensitivitas, di mana rasio yang lebih kecil menghasilkan sensitivitas yang lebih
besar. Pengujian TDS menunjukkan bahwa peningkatan kandungan padatan terlarut
menyebabkan perubahan nilai kapasitansi yang memengaruhi hasil pengukuran.
Secara keseluruhan, sensor kapasitif yang dikembangkan mampu digunakan
sebagai alternatif sensor ketinggian air untuk mendukung implementasi AWD pada
sistem smart agriculture.
Perpustakaan Digital ITB