Neuromyelitis optica spectrum disorder (NMOSD) merupakan penyakit autoimun pada sistem saraf
pusat yang ditandai oleh neuritis optik dan mielitis transversa. NMOSD sering salah didiagnosis
sebagai multiple sclerosis (MS) karena memiliki manifestasi klinis yang serupa, meskipun kedua
penyakit tersebut memerlukan terapi yang berbeda. Uji serologi berbasis sel untuk mendeteksi
autoantibodi akuaporin-4 (AQP4) dapat digunakan untuk membedakan NMOSD dari MS. Penelitian
ini bertujuan menghasilkan sel HEK293T yang mengekspresikan protein AQP4 isoform M1 dan M23
sebagai komponen uji berbasis sel untuk diagnosis NMOSD. Penelitian ini mengonstruksi plasmid
yang digunakan untuk ekspresi protein AQP4 isoform M1 dan M23 karena plasmid tersebut tidak
tersedia secara komersial. Urutan gen AQP4 M1 dan M23 diperoleh dari GenBank dan disintesis
secara komersial oleh GenScript ke dalam vektor pcDNA3.1(+)-C-EGFP. Prediksi in silico
menunjukkan bahwa kedua protein akan terlokalisasi pada membran sel. Gen AQP4 M1 memiliki
indeks adaptasi kodon sebesar 0,74 dan kandungan GC sebesar 49,3%, sedangkan gen AQP4 M23
memiliki indeks adaptasi kodon sebesar 0,73 dan kandungan GC sebesar 49,1%. Konstruksi plasmid
menghasilkan pcDNA3.1(+)-C-EGFP_AQP4 M1 berukuran 7076 pb dan pcDNA3.1(+)-C-EGFP_AQP4
M23 berukuran 7010 pb. Analisis restriksi mengonfirmasi identitas kedua plasmid. Transfeksi
plasmid ke dalam sel HEK293T menghasilkan ekspresi protein AQP4 isoform M1 dan M23 yang
dikonfirmasi melalui mikroskop fluoresensi dan flow cytometry. Kedua metode menunjukkan sinyal
fluoresensi EGFP pada sel HEK293T. Penelitian ini berhasil menghasilkan sel HEK293T yang
mengekspresikan protein AQP4 isoform M1 dan M23 sebagai komponen uji berbasis sel. Penelitian
selanjutnya perlu mengoptimasi kondisi transfeksi serta melakukan karakterisasi ekspresi dan
lokalisasi membran protein AQP4-EGFP untuk mendukung pengembangannya sebagai komponen
metode diagnosis NMOSD.
Perpustakaan Digital ITB