digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Muhammad Arkan
PUBLIC Open In Flipbook Rita Nurainni, S.I.Pus

Pengukuran temperatur dan kelembapan udara yang akurat sangat penting dalam pemantauan dinamika iklim dan anomali mikroklimat. Namun, observasi di wilayah tropis sering kali menghadapi tantangan pemanasan radiatif pada sensor akibat tingginya intensitas radiasi matahari. Hal ini menyebabkan kegagalan mekanisme ventilasi alami pada perisai radiasi dan memicu galat pemanasan berlebih, sementara perisai radiasi komersial memiliki harga yang mahal. Oleh karena itu, penelitian ini mengembangkan dan menguji purwarupa perisai radiasi tipe tabung melengkung (U-Tube) berbiaya rendah dengan dinding ganda. Tabung dalam menggunakan aluminium sebagai isolasi termal, sedangkan tabung luar membandingkan baja nirkarat (stainless steel SUS304) dan polivinil klorida (PVC), dengan integrasi komponen cetak 3D berbahan filamen ASA. Pengujian lapangan komparatif selama 7 hari dilakukan menggunakan sensor Vaisala HMP155 yang diintegrasikan pada purwarupa, instrumen komersial, dan sangkar Stevenson. Hasil pengujian menunjukkan konfigurasi aspirasi aktif sangat efektif membuang panas, di mana purwarupa baja nirkarat konfigurasi aktif mencapai akurasi terbaik dengan nilai RMSE 0,50°C terhadap sangkar Stevenson. Sebaliknya, ketiadaan aliran paksa pada konfigurasi pasif menyebabkan akumulasi panas berlebih yang meningkatkan galat secara drastis, meskipun kalibrasi regresi linear empiris mampu memangkas sisa galat secara konsisten hingga lebih dari 60%. Secara keseluruhan, purwarupa perisai radiasi ini memberikan alternatif perlindungan sensor yang ekonomis dengan performa yang baik untuk jaringan stasiun cuaca operasional.