Pengukuran temperatur dan kelembapan udara yang akurat sangat penting dalam
pemantauan dinamika iklim dan anomali mikroklimat. Namun, observasi di
wilayah tropis sering kali menghadapi tantangan pemanasan radiatif pada sensor
akibat tingginya intensitas radiasi matahari. Hal ini menyebabkan kegagalan
mekanisme ventilasi alami pada perisai radiasi dan memicu galat pemanasan
berlebih, sementara perisai radiasi komersial memiliki harga yang mahal.
Oleh karena itu, penelitian ini mengembangkan dan menguji purwarupa perisai
radiasi tipe tabung melengkung (U-Tube) berbiaya rendah dengan dinding ganda.
Tabung dalam menggunakan aluminium sebagai isolasi termal, sedangkan tabung
luar membandingkan baja nirkarat (stainless steel SUS304) dan polivinil klorida
(PVC), dengan integrasi komponen cetak 3D berbahan filamen ASA. Pengujian
lapangan komparatif selama 7 hari dilakukan menggunakan sensor Vaisala
HMP155 yang diintegrasikan pada purwarupa, instrumen komersial, dan sangkar
Stevenson.
Hasil pengujian menunjukkan konfigurasi aspirasi aktif sangat efektif membuang
panas, di mana purwarupa baja nirkarat konfigurasi aktif mencapai akurasi terbaik
dengan nilai RMSE 0,50°C terhadap sangkar Stevenson. Sebaliknya, ketiadaan
aliran paksa pada konfigurasi pasif menyebabkan akumulasi panas berlebih yang
meningkatkan galat secara drastis, meskipun kalibrasi regresi linear empiris mampu
memangkas sisa galat secara konsisten hingga lebih dari 60%. Secara keseluruhan,
purwarupa perisai radiasi ini memberikan alternatif perlindungan sensor yang
ekonomis dengan performa yang baik untuk jaringan stasiun cuaca operasional.
Perpustakaan Digital ITB