Sistem agentic AI chatbot berbasis Plan-Execute-Verify untuk informasi iklim
dikembangkan untuk menyajikan informasi iklim yang relevan, akurat, dan
mudah dipahami oleh pengguna, sebagaimana dijelaskan pada Laporan Capstone
penelitian ini. Namun, penyajian tersebut menghadapi tiga tantangan utama, yaitu
keberagaman intensi kueri pengguna yang membuka celah bagi pertanyaan di luar
domain maupun kueri kontroversial, risiko misinformasi iklim akibat
ketidaklengkapan informasi pada proses pencarian yang bersifat iteratif. Penelitian
ini merancang, mengimplementasikan, dan mengevaluasi tiga modul untuk
menjawab tantangan tersebut, yakni modul klasifikasi intensi, generation module,
dan modul evaluasi iteratif, dengan memanfaatkan large language model (LLM)
open-source berbasis teknik prompting agar sesuai dengan kebutuhan deployment
mandiri BMKG.
Modul klasifikasi intensi mengadopsi taksonomi Topic-Intent-Form-Controversy
dengan keputusan gate berupa pass, partial, dan no pass serta diuji pada data uji
dengan 188 pertanyaan dan 239 sub pertanyaan. Generation module mengadopsi
strategi generation berbasis sitasi (VANILLA) yang disinergikan dengan pipeline
GINGER secara keseluruhan sistem dan diuji pada 137 data uji, sedangkan modul
evaluasi iteratif mengadopsi pendekatan akumulasi evidence (S2G-Judge) yang
dimodifikasi dengan mekanisme penghentian dini dengan 100 data uji end to end
dan 230 kasus pemanggilan. Ketiga modul diuji terhadap tiga model open-source,
yaitu Gemma 4 31B, Qwen3.6 35B-A3B, dan gpt-oss-20b, serta tiga skema
prompting, yaitu zeroshot, fewshot, dan Chain of Thoughts (CoT).
Hasil eksperimen menunjukkan bahwa alur inferensi single-round dengan
kombinasi model Gemma 4 31B dan teknik fewshot yang secara pola lebih
berusaha dalam memberikan jawaban atas kueri parsial dengan performa
klasifikasi intensi terbaik dengan akurasi 98.9%, Macro F1-Score 98.6%, dan
waktu pemrosesan 3.25 detik. Pada generation module, kombinasi model
Qwen3.6 35B-A3B dengan teknik fewshot unggul dengan nilai ketepatan mencapai
100%, konsisten menjaga jawaban tetap berlandas evidence sekaligus melakukan
sintesis yang relevan, dan unggul dari sisi penolakan dan pemberian prioritas
namun masih memiliki keterbatasan dalam kasus penyampaian. Pada modul
evaluasi iteratif, mekanisme penghentian dini berbasis answerable dengan model
Gemma 4 31B fewshot dipilih karena memberikan keseimbangan yang lebih baik
antara kelengkapan informasi dan transparansi keterbatasan sistem, dengan pada
kasus over-search sebesar 26.3%, namun masih lebih unggul dari sisi kelengkapan
sebesar 15.8%, menjadikan tradeoff yang sesuai pada penelitian ini. Kombinasi
tersebut juga terbukti tepat dalam menentukan kecukupan data dengan akurasi
sebesar 98.26% dan tidak berhenti mencari secara prematur, dengan kecocokan
kemampuan menjawab sebesar 83.72%, meskipun memiliki perilaku memberikan
hasil secara stochastic akibat scope aplikasi yang bersinggungan dengan konsep
pada prompt, namun masih unggul dengan akurasi sebesar 93.60%. Dengan
demikian, ketiga rumusan masalah penelitian berhasil dijawab dan seluruh tujuan
penelitian tercapai.
Perpustakaan Digital ITB