digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Pengelolaan kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) merupakan bagian penting dari reformasi birokrasi yang bertujuan meningkatkan kualitas kinerja organisasi dan pelayanan publik. Seiring dengan perubahan struktur organisasi, sistem kerja, dan penerapan PermenpanRB No. 6 Tahun 2022 tentang Pengelolaan Kinerja Pegawai ASN, instansi pemerintah dituntut melaksanakan pengelolaan kinerja secara menyeluruh dan berkelanjutan. Namun, evaluasi kinerja ASN selama ini cenderung hanya melihat dari capaian kinerja maupun indikator organisasi, sehingga belum mampu menjelaskan dinamika pengelolaan kinerja secara komprehensif. Kondisi ini menjadi keterbatasan organisasi dalam mengidentifikasi masalah dan menentukan prioritas perbaikan pengelolaan kinerja secara efisien. Oleh karena itu diperlukan suatu model yang dapat menggambarkan pengelolaan kinerja ASN secara holistik. Model Context, Input, Process, Product (CIPP) adalah kerangka utama yang memastikan adanya 4 komponen pembentuk model. Komponen ini kemudian diisi dengan variabel yang berasal dari Systematic Literatur Review (SLR), divalidasi relevansinya oleh pakar melalui metode Delphi dan diuji secara empiris dengan Structural Equation Modeling (SEM). Pada tahap terakhir dilakukan analisis topik masukan responden dengan menggunakan BERTopic untuk memperkaya hasil penelitian. Hasil dari SLR menghasilkan 12 variabel utama yang kemudian dikelompokkan menjadi 6 konstruk utama, yaitu governance, performance management, work support system, human capital, work attitude, dan performance outcome. Jumlah data yang diolah dalam penelitian ini sebanyak 575 data berasal dari ASN Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Hasil yang diperoleh, governance berpengaruh signifikan pada work support system, work support system mempengaruhi human capital dan performance management, keduanya kemudian mempengaruhi performance outcome dimediasi oleh work attitude. Temuan ini menunjukkan pengelolaan kinerja ASN adalah proses yang saling terkait antara organisasi, lingkungan kerja, kompetensi, kepemimpinan dan juga engagement serta motivasi pegawai. Penelitian ini menghasilkan model pengelolaan kinerja ASN yang tervalidasi secara konseptual dan empiris serta dapat digunakan untuk memperbaiki kualitas kinerja ASN secara berkelanjutan