Penelitian ini membahas masalah penjadwalan hybrid flowshop dua tahap dengan
satu mesin batch processor di tahap pertama dan mesin paralel unrelated di tahap
kedua. Masalah pada penelitian ini adalah setiap job memiliki waktu rilis dan
ukuran yang berbeda yang kemudian akan dikelompokkan ke dalam beberapa
batch. Mesin batch processor dapat memproses beberapa job secara bersamaan
selama ukuran job tidak melebihi kapasitas mesin yang tersedia. Setelah itu
masing-masing job akan diproses di tahap kedua. Pada tahap kedua terdapat mesin
paralel unrelated yang berarti setiap job memiliki waktu proses yang berbeda
untuk setiap mesin. Model penjadwalan yang dikembangkan memiliki kriteria
untuk meminimasi makespan. Variabel keputusan dalam penelitian ini adalah
pembentukan batch, penentuan jumlah dan urutan batch yang akan diproses serta
penugasan job pada mesin paralel di tahap kedua. Selain model matematika,
algoritma heuristik pun diusulkan untuk menyelesaikan permasalahan pada model
penjadwalan ini.
Hasil pengujian pada solusi model analitik menunjukkan bahwa waktu komputasi
yang diperlukan akan semakin tinggi ketika jumlah pekerjaan meningkat,
kapasitas batch processor semakin kecil, dan jumlah mesin di stage 2 semakin
banyak. Sedangkan hasil solusi algoritma heuristik dibandingkan hasil solusi
model analitik menunjukkan adanya gap sebesar 2% - 27,8%.
Perpustakaan Digital ITB