2026 Kamilah Puteri Abstrak
Terbatas Dwi Ary Fuziastuti
» ITB
Terbatas Dwi Ary Fuziastuti
» ITB
Perkembangan teknologi digital menuntut adanya metode kompresi citra yang efisien dalam
menyeimbangkan ukuran data dan kualitas visual. Metode Walsh-Hadamard Discrete Cosine
Transform (WDCT) mampu memberikan rasio kompresi yang baik, namun memiliki
keterbatasan mendasar berupa "kebutaan semantik". Metode konvensional ini memperlakukan
seluruh area citra secara seragam, sehingga memicu pemborosan bit pada latar belakang dan
mendegradasi detail pada objek utama (Region of Interest / ROI). Untuk mengatasi masalah
tersebut, penelitian ini mengusulkan metode kompresi hibrida adaptif, yaitu ML-Guided
WDCT. Penelitian ini memposisikan model Deep Learning U²-Net untuk mengekstraksi peta
saliensi, yang kemudian difusi dengan nilai Block Feature Strength (informasi struktural) hasil
perhitungan Walsh-Hadamard Transform (WHT). Hasil fusi tersebut diklasifikasikan
menggunakan K-Means Clustering untuk membedakan blok ROI dan latar belakang.
Selanjutnya, algoritma Discrete Cosine Transform (DCT) mengeksekusi kompresi melalui
skema kuantisasi adaptif, di mana area ROI dipertahankan dengan kualitas tinggi dan latar
belakang dikompresi secara agresif. Hasil pengujian pada 31 citra uji menunjukkan bahwa
metode ML-Guided WDCT berhasil mencapai nilai rata-rata Peak Signal-to-Noise Ratio
(PSNR) sebesar 32,46 dB dan Structural Similarity Index (SSIM) 0,8882, mengungguli metode
WDCT standar. Meskipun terdapat kompromi berupa sedikit kenaikan Bits Per Pixel (BPP)
menjadi 0,8032, nilai tersebut masih tergolong sangat efisien (< 1,0 bpp). Secara keseluruhan,
metode usulan terbukti mampu menghilangkan pemborosan bit pada latar belakang serta
mempertahankan ketajaman dan integritas visual objek utama yang selaras dengan sistem
persepsi manusia.
Perpustakaan Digital ITB