Analisis malware merupakan sebuah kegiatan yang sangat penting dalam
menghadapi ancaman malware pada saat ini, namun proses ini masih mengalami
banyak tantangan. Saat ini analisis umumnya dilakukan secara manual oleh ahli
yang memakan waktu cukup panjang. Selain itu, analis masih mengalami tantangan
dalam mengidentifikasi komponen yang benar-benar malicious pada malware dan
juga menentukan prioritas dalam menganalisis sebuah malware.
Penelitian yang ada saat ini pada dasarnya masih banyak berfokus pada
pendeteksian malware serta explanation yang didemonstrasikan oleh LLMMaldetect
(2025) dan Malparse (2025). Pendekatan ini hanya memberikan high
level explanation tanpa menjelaskan komponen mana yang mencurigakan.
Penelitian Fujii (2024) menunjukkan bahwa LLM dapat mengidentifikasi
suspicious pada sebuah fungsi. Hanya saja penelitian ini hanya dapat mendeteksi
pada level satu fungsi saja. Penggunaan LLM secara langsung pun tidak bisa
dilakukan karena LLM tidak dapat melakukan analisis biner sehingga
membutuhkan teknik khusus untuk memberikan kemampuan tersebut. Oleh karena
itu, analis masih perlu untuk melakukan analisis mendalam untuk menemukan
seluruh komponen malicious.
Penelitian ini berfokus pada pembangunan sebuah kakas bernama Malize
yang dapat membantu mencari suspicious component pada satu program utuh
secara otomatis. Hal ini dapat membantu dalam memberikan overview kepada
analis. Hal ini dapat tercapai dengan melibatkan dalam LLM dalam melakukan
analisis. Pada kakas ini, LLM melakukan analisis pada decompiled/disassembled
code dan fitur-fitur yang ada pada malware. Pengujian dari kakas ini dilakukan
dengan menggunakan metode kualitatif dengan membandingkan terhadap laporan
analisis tiga malware: HermeticWiper, Lockbit 3, dan Babuk Ransomware. Hasil
pengujian menunjukkan bahwa Malize mampu mengidentifikasi hingga 92,86%
kapabilitas yang dilaporkan pada sampel ransomware Babuk dan hingga 63,64%
pada HermeticWiper, sedangkan kinerjanya turun menjadi 31,82% pada Lockbit 3
yang ter-obfuscate. Malize juga mampu menganalisis penggunaan kapabilitas
sesuai konteks pada sebuah binary. Malize juga mengidentifikasi kapabilitas
mencurigakan secara konsisten pada varian malware berbeda.
Perpustakaan Digital ITB