Umbi talas sebagai sumber pangan memiliki kandungan gizi yang tinggi sudah
banyak dimanfaatkan terutama di sentra-sentra penghasil talas. Selama ini, umbi
talas hanya diolah dari umbi segar kemudian dijadikan tepung, talas kukus, keripik,
atau bahan makanan lainnya, tanpa adanya perlakuan-perlakuan secara mikro
seperti pemisahan metabolit sekunder atau primer. Padahal selain memiliki
kandungan gizi yang tinggi, umbi talas juga merupakan bahan alam yang potensial
untuk dijadikan sumber alternatif polimer alami. Penggunaan polimer sudah banyak
dimanfaatkan dalam berbagai bentuk, salah satunya sebagai matriks dalam bentuk
hidrogel. Hidrogel merupakan jaringan ikat silang polimer tiga dimensi yang dapat
menyerap dan menahan air sekaligus mempertahankan struktur. Polimer sintetis
sebagai bahan dasar hidrogel sudah banyak digunakan sejak jaman dahulu. Seiring
berkembangnya zaman penggunaan polimer sintetis memiliki efek buruk terhadap
lingkungan. Sehingga perlu adanya sumber alternatif polimer alami sebagai bahan
dasar pembuatan hidrogel. Pati merupakan salah satu polimer alami sebagai bahan
dasar hidrogel. Pada penelitian ini dilakukan isolasi pati talas serta sintesis hidrogel
berbasis pati talas menggunakan metode freeze–thaw yang dimodifikasi melalui
pembentukan ikat silang ganda (double network, DN). Isolasi pati talas dengan
proses sentrifugasi menghasilkan kadar amilosa tertinggi sebesar 21,94%, yang
berkontribusi terhadap peningkatan viskositas suspensi pati. Kelayakan pati sebagai
bahan pangan ditunjukkan oleh hasil analisis proksimat berupa kadar air rendah,
kadar glukosa di bawah ambang batas BPOM, dan tidak terdeteksinya lemak jenuh.
Selain itu, keamanan produk dikonfirmasi melalui hasil analisis aflatoksin dan
logam berat yang berada di bawah ambang batas regulasi.
Penelitian ini secara umum terbagi dalam tiga tahapan utama, yaitu (i) isolasi pati
talas, (ii) sintesis hidrogel pati talas dan modifikasi ikat silang melalui pembentukan
jaringan ganda (DN), dan (iii) pemuatan bioflavonoid ke dalam hidrogel-DN. Pada
tahap sintesis hidrogel, konsentrasi pati 9–14% menghasilkan struktur berpori dan
berikat silang sebagaimana teramati melalui citra SEM dan pengukuran derajat
pengembangan. Pati talas 14% menghasilkan sifat fisik dan tekstur paling unggul
sebagai matriks penghantar. Melalui modifikasi ikat silang DN, pembentukan
jaringan interpenetrating polymer network (IPN) antara pati dan glukomanan
meningkatkan integritas ikatan silang serta kekuatan tekstur hidrogel yang
dikonfirmasi oleh karakterisasi XRD, FTIR, SEM dan TPA. Pada tahap pemuatan bioflavonoid, hidrogel-DN menunjukkan sifat fisikokimia dan tekstur yang sesuai
untuk aplikasi sistem penghantaran bioaktif. Hidrogel-bioflavonoid yang
dihasilkan memiliki pelepasan senyawa aktif yang terkontrol dengan kapasitas
pemuatan sebesar 26% dan efisiensi pemuatan mencapai 73,45%. Aktivitas
antioksidan hidrogel sangat kuat, ditunjukkan oleh nilai IC?? sebesar 19,503 µg/mL
dan persen inhibisi sebesar 82%. Hidrogel-bioflavonoid juga menunjukkan
stabilitas yang baik sebagai pangan fungsional, dengan umur simpan masingmasing 63, 48, dan 44 hari pada suhu penyimpanan 10, 25, dan 35 °C. Temuan ini
menunjukkan bahwa hidrogel berbasis pati talas dengan modifikasi ikat silang DN
memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai sistem penghantaran
bioflavonoid dalam produk pangan fungsional yang memiliki aktivitas antioksidan
dan berperan dalam peningkatan kesehatan.
Perpustakaan Digital ITB