digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak_Lidia
PUBLIC Open In Flipbook yana mulyana

Luka dapat timbul akibat penyakit maupun trauma, dan apabila tidak ditangani dengan baik dapat berkembang menjadi luka kronis yang sulit disembuhkan. Proses penyembuhan luka melibatkan tahapan kompleks yang meliputi inflamasi, proliferasi, dan remodeling jaringan, sehingga diperlukan agen terapeutik yang mampu mendukung setiap fase tersebut. Salah satu tanaman yang diketahui memiliki potensi mempercepat penyembuhan luka adalah Peperomia pellucida, yang mengandung senyawa aktif seperti flavonoid dan tanin dengan aktivitas antiinflamasi serta antioksidan. Namun demikian, pengembangan sediaan topikal berbasis bahan alam untuk aplikasi penyembuhan luka masih relatif terbatas. Emulsi Pickering, yang distabilkan oleh partikel padat alami, menawarkan keunggulan dalam meningkatkan stabilitas sistem sekaligus berpotensi sebagai sistem penghantaran zat aktif yang efektif. Kombinasi ekstrak tanaman dan polisakarida, seperti beta-glukan, dalam sistem emulsi Pickering diharapkan dapat menghasilkan stabilisasi antarmuka yang lebih baik serta memberikan efek biologis yang mendukung penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan mengevaluasi sediaan emulsi Pickering berbasis ekstrak Peperomia pellucida dan beta-glukan sebagai penstabil (PESUBG) untuk aplikasi penyembuhan luka. Ekstrak dikarakterisasi melalui penapisan fitokimia, analisis kandungan fenolik dan flavonoid total, identifikasi senyawa menggunakan LC-MS/MS, serta uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH. Selain itu, beta-glukan juga dikarakterisasi melalui penentuan kadar gula total, kadar gula pereduksi, dan kadar asam amino untuk mengevaluasi komposisi serta kemurniannya. Formula awal emulsi Pickering kemudian dievaluasi secara in vitro pada sel fibroblas 3T3 melalui uji viabilitas dan pembentukan kolagen sebagai indikator aktivitas fibroblas serta sintesis matriks ekstraseluler. Optimasi formula dilakukan secara bertahap dengan pendekatan one factor at a time (OFAT), dilanjutkan dengan desain faktorial dan Box–Behnken Design untuk menentukan kombinasi variabel yang memberikan respons optimal, khususnya ukuran globul. Formula optimum yang diperoleh selanjutnya dikarakterisasi meliputi ukuran globul, indeks polidispersitas, potensial zeta, pH, viskositas, serta struktur mikro, dan diuji stabilitasnya pada berbagai kondisi penyimpanan. Evaluasi aktivitas biologis dilanjutkan secara in vitro pada sel makrofag RAW 264.7 melalui uji viabilitas dan inhibisi produksi nitric oxide (NO) sebagai indikator aktivitas antiinflamasi. Selanjutnya, efektivitas formula diuji secara in vivo menggunakan model luka eksisi pada tikus, yang meliputi pengamatan persentase penutupan luka, kadar sitokin proinflamasi TNF-?, serta analisis histopatologi jaringan kulit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula optimum diperoleh pada amplitudo sonikasi 55%, konsentrasi beta-glukan 1,75%, dan gliserin 2,5%, dengan ukuran globul sebesar 187,83 ± 3,78 nm dan distribusi yang relatif homogen. Formula memiliki nilai potensial zeta ?42,90 ± 2,90 mV yang menunjukkan stabilitas elektrostatik yang baik, serta pH 4,83 ± 0,015 dan viskositas 1,35 ± 0,05 cP yang sesuai untuk aplikasi topikal. Aktivitas antioksidan formula sebesar 174,94 ± 0,24 mg AAE/g menunjukkan kemampuan tinggi dalam menangkal radikal bebas. Uji stabilitas menunjukkan bahwa formula tetap stabil selama 16 minggu pada suhu 4 ± 2 °C. Pada uji in vitro, formula PESUBG pada konsentrasi 50 µg/mL menunjukkan viabilitas sel RAW 264.7 tertinggi, yaitu sebesar 181,94% tanpa stimulasi H?O? terhadap kelompok 0% FBS. Peningkatan viabilitas relatif terhadap kontrol 0% FBS menunjukkan bahwa PESUBG tidak bersifat sitotoksik dan berpotensi mendukung aktivitas metabolik sel pada kondisi kultur dengan serum terbatas. Pada kondisi stres oksidatif, formula mempertahankan viabilitas sel sebesar 129,42% terhadap kelompok 0% FBS, yang mengindikasikan potensi efek protektif terhadap kerusakan sel akibat stres oksidatif. Selain itu, formula mampu menghambat produksi NO sebesar 83,59%, yang menunjukkan potensi aktivitas antiinflamasi. Pada uji in vivo, formula PESUBG menunjukkan percepatan penutupan luka hingga 94,57% pada hari ke-14, yang disertai dengan penurunan kadar TNF-?serta perbaikan struktur jaringan kulit berdasarkan hasil histopatologi, termasuk peningkatan pembentukan kolagen dan organisasi jaringan yang lebih baik. Berdasarkan keseluruhan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa emulsi Pickering berbasis ekstrak Peperomia pellucida dan beta-glukan memiliki karakteristik fisikokimia yang baik, stabilitas memadai, serta aktivitas biologis yang mendukung proses penyembuhan luka melalui aktivitas antioksidan dan antiinflamasi. Formula PESUBG berpotensi dikembangkan lebih lanjut sebagai sediaan topikal berbasis bahan alam dalam terapi penyembuhan luka.