Luka dapat timbul akibat penyakit maupun trauma, dan apabila tidak ditangani
dengan baik dapat berkembang menjadi luka kronis yang sulit disembuhkan. Proses
penyembuhan luka melibatkan tahapan kompleks yang meliputi inflamasi,
proliferasi, dan remodeling jaringan, sehingga diperlukan agen terapeutik yang
mampu mendukung setiap fase tersebut. Salah satu tanaman yang diketahui
memiliki potensi mempercepat penyembuhan luka adalah Peperomia pellucida,
yang mengandung senyawa aktif seperti flavonoid dan tanin dengan aktivitas
antiinflamasi serta antioksidan. Namun demikian, pengembangan sediaan topikal
berbasis bahan alam untuk aplikasi penyembuhan luka masih relatif terbatas.
Emulsi Pickering, yang distabilkan oleh partikel padat alami, menawarkan
keunggulan dalam meningkatkan stabilitas sistem sekaligus berpotensi sebagai
sistem penghantaran zat aktif yang efektif. Kombinasi ekstrak tanaman dan
polisakarida, seperti beta-glukan, dalam sistem emulsi Pickering diharapkan dapat
menghasilkan stabilisasi antarmuka yang lebih baik serta memberikan efek biologis
yang mendukung penyembuhan luka.
Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan mengevaluasi sediaan emulsi
Pickering berbasis ekstrak Peperomia pellucida dan beta-glukan sebagai penstabil
(PESUBG) untuk aplikasi penyembuhan luka. Ekstrak dikarakterisasi melalui
penapisan fitokimia, analisis kandungan fenolik dan flavonoid total, identifikasi
senyawa menggunakan LC-MS/MS, serta uji aktivitas antioksidan dengan metode
DPPH. Selain itu, beta-glukan juga dikarakterisasi melalui penentuan kadar gula
total, kadar gula pereduksi, dan kadar asam amino untuk mengevaluasi komposisi
serta kemurniannya. Formula awal emulsi Pickering kemudian dievaluasi secara in
vitro pada sel fibroblas 3T3 melalui uji viabilitas dan pembentukan kolagen sebagai
indikator aktivitas fibroblas serta sintesis matriks ekstraseluler.
Optimasi formula dilakukan secara bertahap dengan pendekatan one factor at a
time (OFAT), dilanjutkan dengan desain faktorial dan Box–Behnken Design untuk
menentukan kombinasi variabel yang memberikan respons optimal, khususnya
ukuran globul. Formula optimum yang diperoleh selanjutnya dikarakterisasi
meliputi ukuran globul, indeks polidispersitas, potensial zeta, pH, viskositas, serta
struktur mikro, dan diuji stabilitasnya pada berbagai kondisi penyimpanan.
Evaluasi aktivitas biologis dilanjutkan secara in vitro pada sel makrofag RAW
264.7 melalui uji viabilitas dan inhibisi produksi nitric oxide (NO) sebagai indikator
aktivitas antiinflamasi. Selanjutnya, efektivitas formula diuji secara in vivo
menggunakan model luka eksisi pada tikus, yang meliputi pengamatan persentase
penutupan luka, kadar sitokin proinflamasi TNF-?, serta analisis histopatologi
jaringan kulit.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula optimum diperoleh pada amplitudo
sonikasi 55%, konsentrasi beta-glukan 1,75%, dan gliserin 2,5%, dengan ukuran
globul sebesar 187,83 ± 3,78 nm dan distribusi yang relatif homogen. Formula
memiliki nilai potensial zeta ?42,90 ± 2,90 mV yang menunjukkan stabilitas
elektrostatik yang baik, serta pH 4,83 ± 0,015 dan viskositas 1,35 ± 0,05 cP yang
sesuai untuk aplikasi topikal. Aktivitas antioksidan formula sebesar 174,94 ± 0,24
mg AAE/g menunjukkan kemampuan tinggi dalam menangkal radikal bebas. Uji
stabilitas menunjukkan bahwa formula tetap stabil selama 16 minggu pada suhu 4
± 2 °C.
Pada uji in vitro, formula PESUBG pada konsentrasi 50 µg/mL menunjukkan
viabilitas sel RAW 264.7 tertinggi, yaitu sebesar 181,94% tanpa stimulasi H?O?
terhadap kelompok 0% FBS. Peningkatan viabilitas relatif terhadap kontrol 0%
FBS menunjukkan bahwa PESUBG tidak bersifat sitotoksik dan berpotensi
mendukung aktivitas metabolik sel pada kondisi kultur dengan serum terbatas. Pada
kondisi stres oksidatif, formula mempertahankan viabilitas sel sebesar 129,42%
terhadap kelompok 0% FBS, yang mengindikasikan potensi efek protektif terhadap
kerusakan sel akibat stres oksidatif. Selain itu, formula mampu menghambat
produksi NO sebesar 83,59%, yang menunjukkan potensi aktivitas antiinflamasi.
Pada uji in vivo, formula PESUBG menunjukkan percepatan penutupan luka hingga
94,57% pada hari ke-14, yang disertai dengan penurunan kadar TNF-?serta
perbaikan struktur jaringan kulit berdasarkan hasil histopatologi, termasuk
peningkatan pembentukan kolagen dan organisasi jaringan yang lebih baik.
Berdasarkan keseluruhan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa emulsi
Pickering berbasis ekstrak Peperomia pellucida dan beta-glukan memiliki
karakteristik fisikokimia yang baik, stabilitas memadai, serta aktivitas biologis
yang mendukung proses penyembuhan luka melalui aktivitas antioksidan dan
antiinflamasi. Formula PESUBG berpotensi dikembangkan lebih lanjut sebagai
sediaan topikal berbasis bahan alam dalam terapi penyembuhan luka.
Perpustakaan Digital ITB