Mahasiswa Indonesia menghadapi tekanan akademik dan emosional dengan akses dukungan
profesional terbatas. Tugas akhir ini mengembangkan AXIS, companionship chatbot nonklinis
yang menggabungkan percakapan reflektif berprinsip Cognitive Behavioral Therapy, skrining
depresi PHQ-9 secara percakapan dan sukarela, serta memori jangka panjang hibrid dengan knowledge
graph sebagai struktur relasional dan pencarian semantik sebagai mekanisme retrieval.
Evaluasi memadukan pengujian kontrak perilaku, korpus acuan berlabel, evaluasi respons berpasangan
secara buta dengan LLM-as-judge, studi ablasi, kuesioner, dan wawancara. Sebanyak
317 kontrak lulus. Pada 24 skenario, AXIS dipilih 10 kali berbanding dua untuk baseline dan
12 setara, dengan kesepakatan preferensi cukup (kappa 0, 379). Deteksi keselamatan pada 50
pesan mencapai sensitivitas 0,957 dan spesifisitas 0,926. Dari 80 jawaban bebas PHQ-9, 73 sesuai
label acuan dan tujuh kasus ambigu diarahkan ke klarifikasi. Penulisan graf menghasilkan
F1 node 0,989 dan relasi 0,984, dengan seluruh transisi lifecycle sesuai acuan. Pada 60 kueri,
kondisi hibrid mencapai Recall@5, cakupan bukti, dan kelengkapan jalur kausal 1,000, tetapi
MRR dan nDCG@5 lebih rendah daripada kedua kondisi vektor. Grounded-answer rate berada
pada 94,4–100,0%, personalisasi palsu maksimum 8,3%, dan keyakinan tergantikan nihil.
Kuesioner 23 partisipan menghasilkan skor System Usability Scale 75,11 dan kualitas interaksi
4,14 dari 5. Wawancara lima partisipan menunjukkan kesinambungan memori disertai risiko
callback berlebihan, dengan pemahaman awal pada bahasa Sunda dan Jawa yang kealamian dan
konsistensinya masih terbatas. Hasil mendukung kelayakan rekayasa purwarupa pada sampel
kecil, tetapi tidak membuktikan efektivitas klinis, generalisasi populasi, atau keunggulan graf
pada pemeringkatan? nilai tambah graf terletak pada kelengkapan konteks kausal dan representasi
hubungan antarmemori.
Perpustakaan Digital ITB