COVER Ivan Timothie
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 1 Ivan Timothie
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Ivan Timothie
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Ivan Timothie
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Ivan Timothie
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Ivan Timothie
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
PUSTAKA Ivan Timothie
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Efisiensi pemupukan fosfat di dalam tanah masih tergolong rendah akibat tingginya
kehilangan fosfat melalui proses fiksasi, presipitasi, dan leaching. Salah satu
pendekatan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan efisiensi pemanfaatan fosfat
adalah pengembangan sistem pelepasan terkendali berbasis biochar. Penelitian ini
bertujuan untuk mengembangkan granul pembenah tanah berbasis biochar bagas
tebu melalui ko-pirolisis dengan bentonit serta pelapisan bentonit-alginat untuk
menghasilkan pelepasan fosfat yang lebih terkontrol. Penelitian dilakukan
menggunakan biomassa bagas tebu yang dikeringkan, diperkecil ukurannya,
kemudian diko-pirolisis pada suhu 500°C selama 2 jam dengan variasi bentonit
alami, bentonit teraktivasi asam (B-H), dan bentonit teraktivasi basa (B-OH).
biochar hasil pirolisis kemudian diimpregnasi menggunakan larutan H?PO? 30%
dan dibentuk menjadi granul menggunakan matriks bentonit-alginat. Karakterisasi
dilakukan melalui pengujian perolehan biochar, kadar karbon terikat, nilai pH,
water holding capacity (WHC), SEM, FTIR, kadar fosfat, serta kinetika pelepasan
fosfat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perolehan biochar tertinggi diperoleh
pada variasi bentonit alami sebesar 30,68%, diikuti B-H sebesar 28,76%, kontrol
sebesar 28,50%, dan B-OH sebesar 28,27%. biochar yang dihasilkan memiliki
kadar karbon terikat pada rentang 29,87–54,84%, sedangkan granul pembenah
tanah memiliki nilai WHC sebesar 272,1–413,7% dan pH pada rentang 5,48–6,21.
Analisis Scanning Electron Microscopy (SEM) menunjukkan keberadaan struktur
makropori, mesopori, dan mikropori, sedangkan Fourier Transform Infrared
Spectroscopy (FTIR) menunjukkan keberadaan gugus hidroksil, aromatik,
karboksil, dan fosfat. Kadar fosfat tertinggi pada biochar terimpregnasi diperoleh
pada variasi B-OH sebesar 17,63%, sedangkan kadar fosfat granul berada pada
rentang 3,67–4,63%. Hasil uji pelepasan fosfat menunjukkan bahwa seluruh granul
mampu melepaskan fosfat secara bertahap dengan model kinetika yang cenderung
mengikuti first-order. Variasi B-H menunjukkan laju pelepasan paling rendah
sebesar 0,0017/hari, sehingga memiliki karakter pelepasan fosfat yang paling
terkontrol dibandingkan variasi lainnya. Berdasarkan hasil tersebut, granul biochar
berbasis bagas tebu dengan pelapisan bentonit-alginat berpotensi dikembangkan
sebagai pembenah tanah dengan sistem pelepasan fosfat terkendali untuk aplikasi
pertanian berkelanjutan.
Perpustakaan Digital ITB