Penerapan DataOps dan MLOps secara berdampingan masih menghadapi fragmentasi
tools dan pemisahan kerja antara tim data dan tim machine learning. DataOps
memperkuat kualitas dan kecepatan alur data, sementara MLOps memperkuat keandalan
model lifecycle, namun keduanya sering tumbuh terpisah sehingga lineage,
deteksi drift, dan feature serving antara mode batch dan streaming tidak konsisten
lintas siklus. Berlangganan layanan terkelola memangkas konfigurasi, tetapi biaya
operasionalnya tinggi dan menimbulkan keterikatan terhadap satu penyedia. Berdasarkan
masalah tersebut, penelitian ini melakukan pengembangan arsitektur platform
DataOps dan MLOps terintegrasi pada Kubernetes dengan pemanfaatan open
source tools. Metode Design Science Research Methodology (DSRM) dipakai secara
berurutan, mulai dari identifikasi masalah, penyusunan tujuan artefak, perancangan,
implementasi berbasis GitOps, sampai evaluasi dengan use case pasar aset kripto
sebagai kasus verifikasi karena beroperasi tanpa henti dengan distribusi data yang
nonstasioner. Rancangan yang dihasilkan menyatukan sembilan layer arsitektur pada
satu control plane, mulai dari orchestration and infrastructure sampai security.
Pemanfaatan open source tools pada tiap layer ditetapkan melalui penilaian berkriteria
agar arsitektur tetap dapat dipakai lintas domain dan tiap tools dapat diganti
tanpa mengubah rancangan. Hasil evaluasi menunjukkan keempat tujuan platform
terpenuhi secara fungsional dan struktural pada lingkungan node tunggal, mencakup
rekonstruksi seluruh komponen dari satu sumber Git, tata kelola otomatis sepanjang
pipeline, trigger retraining oleh deteksi drift, serta layanan fitur dual-store dengan
kontrak yang konsisten antara training dan inference. Perbandingan biaya tiga opsi
penyediaan platform menunjukkan rancangan open source menekan biaya jangka
panjang dibanding layanan terkelola. Karakterisasi beban kuantitatif pada cluster
multi-node menjadi arah pengembangan lanjutan.
Perpustakaan Digital ITB