digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak - Muhammad Faishal Putra
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

Pencarian peluang kolaborasi mahasiswa saat ini masih berlangsung secara informal dan bergantung pada jaringan pertemanan pribadi. Survei terhadap 86 responden menunjukkan bahwa 91,8% mengalami kesulitan menemukan kegiatan kolaboratif yang sesuai pada tingkat sedang hingga tinggi, dan 59,3% mengandalkan kenalan sebagai sumber informasi utama. Penelitian ini mengembangkan modul rekomendasi People-to-Project pada aplikasi kolaborasi mahasiswa beserta mekanisme Affinity Based Matching yang menghitung tingkat kecocokan mahasiswa dengan kegiatan kolaboratif berdasarkan atribut profil yang relevan. Pengembangan dilakukan menggunakan model SDLC Waterfall dalam bentuk aplikasi mobile Android. Mekanisme pencocokan direalisasikan melalui AffinityEngine berbasis knowledge-based recommender system yang mengoperasikan dua sub-algoritma: Algoritma 1 (Demands-Abilities Fit) untuk kecocokan keterampilan dan pengalaman, serta Algoritma 2 (Needs-Supplies Fit) untuk kecocokan minat, gaya kerja, dan preferensi peran. Bobot atribut diturunkan dari data survei menggunakan metode Rank Order Centroid (ROC). Ketersediaan waktu diperlakukan sebagai kendala keras yang menyaring kandidat sebelum perhitungan skor dimulai, dan hasil AffinityScore disajikan melalui badge kecocokan tiga tingkat beserta rincian kontribusi per atribut sebagai bentuk transparansi rekomendasi. Evaluasi internal terhadap 20 skenario black-box mencatat 18 Berhasil dan 2 Berhasil dengan Catatan tanpa kegagalan, sementara 14 skenario evaluasi algoritma seluruhnya Berhasil dengan nilai keluaran identik terhadap perhitungan manual. Evaluasi eksternal melibatkan 10 responden mahasiswa: User Acceptance Test (UAT) menunjukkan seluruh 8 aspek fitur utama berada pada kategori Diterima (75%) atau Sangat Diterima (25%), sedangkan System Usability Scale (SUS) menghasilkan skor rata-rata 61,25 dari 100 dengan interpretasi marginal low, mengindikasikan sistem telah memenuhi kegunaan dasar namun masih memerlukan penyempurnaan pada kejelasan penyajian informasi dan konsistensi antarmuka.