Penjadwalan perawatan tangki timbun pada terminal bahan bakar minyak (TBBM) berdampak langsung pada kapasitas penyimpanan dan kelancaran distribusi bahan bakar, sehingga perlu direncanakan bersama sistem rantai pasoknya. Persoalan ini dapat dimodelkan sebagai Mixed-Integer Linear Programming (MILP), namun pada skala nyata mencakup puluhan tangki, banyak produk, dan horizon perencanaan panjang. Model menjadi sangat besar sehingga penyelesaian eksak membutuhkan waktu komputasi yang tidak praktis.
Penelitian ini mengembangkan sebuah algoritma heuristik untuk menjadwalkan perawatan tangki beserta penyesuaian rantai pasoknya, dengan fokus pada efisiensi waktu komputasi. Algoritma dirancang sebagai constructive heuristic berbasis prioritas. Setiap kebutuhan perawatan direpresentasikan sebagai maintenance event, diberi skor prioritas, lalu diselesaikan melalui mekanisme lima level keputusan bertingkat mulai dari relokasi tangki hingga pembangunan infrastruktur baru. Bobot pada skor prioritas dioptimasi menggunakan genetic algorithm dengan fungsi fitness yang mempertimbangkan biaya sekaligus kelayakan solusi. Pengujian dilakukan pada instans berskala kecil 3 TBBM, horizon 5 tahun dan dibandingkan dengan penyelesaian eksak model acuan menggunakan solver Gurobi.
Hasil menunjukkan bahwa metode usulan menyelesaikan solusi dalam toleransi hanya dalam 10,92 detik dan MIP gap sebesar 0,17%, sedangkan penyelesaian eksak murni tidak mencapai toleransi tersebut meskipun berjalan hingga empat jam. Analisis skalabilitas menunjukkan solusi layak optimal pada instans berskala kecil. Penelitian ini menyimpulkan bahwa algoritma yang dikembangkan mampu menghasilkan solusi akhir yang layak dan waktu komputasi yang singkat dibanding pendekatan eksak.
Perpustakaan Digital ITB