digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Farhan Al Haqqi
Terbatas  Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan

Penurunan kualitas air akibat pembuangan limbah domestik dan industri yang tidak terolah secara memadai telah menjadi krisis lingkungan yang mendesak di Indonesia, khususnya di daerah perkotaan yang padat penduduk. Metode pemantauan konvensional secara manual (grab sampling) membutuhkan waktu analisis yang lama dan tidak mampu memberikan sistem peringatan dini (early warning system). Penelitian Tugas Akhir ini bertujuan untuk merancang, merealisasikan, dan mengevaluasi sistem monitoring kualitas air jarak jauh berbasis Internet of Things (IoT) yang mengintegrasikan aspek kuantitas hidrologi dan kualitas fisis-kimiawi air secara real-time. Sistem yang dikembangkan menggunakan mikrokontroler ESP32 sebagai unit pemroses utama dan modul komunikasi GSM SIM800L EVB untuk mentransmisikan data melalui jaringan seluler GPRS, mengatasi keterbatasan infrastruktur nirkabel lokal seperti Wi-Fi di area lapangan. Empat sensor utama diintegrasikan ke dalam sistem, yaitu sensor Total Dissolved Solids (TDS) dengan kompensasi suhu fisis, sensor kekeruhan (turbidity) optik, sensor suhu thermistor NTC, dan sensor ketinggian air (water level) berbasis plat konduktor. Seluruh data hasil pengukuran diunggah secara berkala ke database cloud dan divisualisasikan secara langsung melalui platform Blynk IoT. Hasil pengujian fungsional menunjukkan tingkat akurasi pembacaan yang tinggi setelah melalui proses kalibrasi linier dan fisis. Berdasarkan hasil pengukuran, sensor TDS memiliki rerata selisih pembacaan sebesar 4,26 ppm, sensor turbidity sebesar 60 NTU, sensor suhu sebesar 3,84 °C, dan sensor water level sebesar 0,108 cm. Evaluasi di lapangan membuktikan keandalan transmisi data melalui protokol GSM tanpa adanya kehilangan data yang signifikan. Alat ini berhasil menyajikan sistem monitoring yang kontinu, mandiri, serta akurat guna mendukung upaya mitigasi pencemaran perairan nasional.