Abstrak - ADRIL PUTRA MERIN
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Kemajuan terkini dalam bidang agentic AI memungkinkan agen menyelesaikan tugas
kompleks melalui penggunaan tools eksternal, penalaran, dan perencanaan multilangkah.
Akan tetapi, dalam penggunaan di dunia nyata, interaksi antara pengguna dan agen
berlangsung secara berkelanjutan serta mencakup banyak sesi sehingga agen perlu
mengintegrasikan tindakan, preferensi, dan keputusan terdahulu untuk memenuhi
kebutuhan pengguna secara personal. Tugas akhir ini mengembangkan sebuah sistem
agentic AI multimodal berbasis ReAct yang dilengkapi memori persisten dan penalaran
temporal untuk menyelesaikan tugas dalam interaksi multisesi dengan studi kasus platform
layanan restoran. Pengembangan ini mencakup pembangunan lingkungan interaksi
berupa platform layanan restoran yang menyediakan 26 tools, serta pengembangan sistem
agentic AI yang memadukan penalaran dan aksi dengan modul memori untuk menangani
ketergantungan temporal dan perubahan tujuan pengguna antarsesi. Untuk mengevaluasi
sistem yang dikembangkan, disusun pula sebuah benchmark multimodal multisesi yang
memuat 161 skenario tugas hasil anotasi manusia.
Benchmark ini kemudian digunakan untuk mengevaluasi lima model large language model
(LLM) mutakhir. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa model dengan kinerja terbaik dapat
mencapai Pass@3 sebesar 78,26% dan Pass^3 sebesar 47,83%. Selisih yang besar antara
kedua metrik tersebut mengindikasikan bahwa keberhasilan agen belum stabil ketika
tugas yang sama diulang beberapa kali. Secara umum, agen berbasis LLM mutakhir
masih mengalami keterbatasan dalam memahami kondisi pengguna secara akurat, dengan
penyebab kegagalan paling dominan berupa terlewatnya pemanggilan tools verifikasi dan
retrieval (tool recall). Kegagalan tersebut terutama disebabkan oleh kecenderungan agen
untuk memperlakukan riwayat interaksi pada sesi sebelumnya sebagai acuan yang dapat
diandalkan untuk menentukan konteks saat ini, alih-alih sebagai informasi yang mungkin
sudah tidak relevan dan memerlukan verifikasi ulang. Selain itu, studi ablasi terhadap
modul memori menunjukkan bahwa rancangan memori yang dikembangkan lebih andal
dibandingkan pendekatan naif seperti memasukkan semua sesi sebelumnya ke dalam
konteks atau pendekatan tanpa memori.
Perpustakaan Digital ITB