Sacha inchi press-cake (SIPC), produk samping ekstraksi minyak sacha inchi (Plukenetia volubilis L.), memiliki kandungan protein tinggi (32,50–62,00%), tetapi belum dimanfaatkan secara optimal. SIPC berpotensi sebagai sumber protein nabati alternatif tambahan dengan profil asam amino yang lengkap seperti kedelai Namun, protein masih terikat matriks kompleks sehingga perlu diisolasi menggunakan Ultrasonic Assisted Extraction (UAE). Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh waktu ekstraksi UAE ultrasonic bath (10, 20, dan 30 menit) terhadap perolehan isolat protein, kadar protein dari isolat, aktivitas antioksidan, teknofungsional (WHC dan OHC), profil asam amino, serta struktur protein SIPC, dibanding non-UAE berupa metode alkalin konvensional (20 menit). Data dianalisis dengan menggunakan uji ANOVA dan Tukey (p<0,05). Perolehan isolat tertinggi diperoleh pada UAE 20 menit (32,56 ± 0,63%), kemudian menurun pada 30 menit (30,47 ± 0,36%). Kadar protein tertinggi diperoleh pada UAE 30 menit (79,15 ± 5,19%), tetapi tidak berbeda signifikan dengan UAE 20 menit (78,09 ± 4,23%) dan non-UAE (74,96 ± 4,26%). Aktivitas antioksidan tertinggi terdapat pada UAE 30 menit (0,29 ± 0,04 mg AAE/g), tanpa perbedaan signifikan antarperlakuan. WHC dan OHC optimum diperoleh pada UAE 20 menit, masing-masing 5,03 dan 3,17 g/g, lebih tinggi dibandingkan non-UAE sebesar 3,82 dan 2,72 g/g. Analisis FTIR menunjukkan perubahan karakteristik struktur protein pada UAE 30 menit di wilayah Amida I. Profil asam amino menunjukkan L-leusin sebagai asam amino esensial tertinggi (5,50% b/b), sedangkan asam glutamat mendominasi asam amino non-esensial (11,25% b/b). Secara keseluruhan, UAE 20 menit lebih unggul daripada non-UAE dan merupakan pilihan optimal karena keunggulan rendemen dan sifat teknofungsional yang didukung retensi struktur, perolehan isolat protein, kadar protein dari isolat, profil asam amino, serta aktivitas antioksidan yang baik, mendukung potensinya sebagai pangan fungsional
Perpustakaan Digital ITB