digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak - Daffa Ananda Yudhistira Aditama
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

Biokonversi limbah organik menggunakan lalat tentara hitam (Hermetia illucens) menghasilkan produk samping berupa eksuvia larva yang kaya akan kitin, sebuah prekursor biopolimer kitosan. Modifikasi kitosan menjadi nanopartikel dapat meningkatkan reaktivitas dan bioaktivitas material secara signifikan untuk berbagai aplikasi. Namun, metode sintesis konvensional umumnya mengandalkan agen kimia yang berpotensi toksik dan tidak berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis nanopartikel kitosan dari eksuvia larva H. illucens melalui pendekatan sintesis hijau (green synthesis) menggunakan ekstrak tanaman mata lele (Lemna minor) sebagai agen sintesis, serta mengevaluasi pengaruh kecepatan pengadukan terhadap karakteristik akhir nanopartikel dengan variasi kecepatan pengadukan 55, 110, dan 220 rpm. Tahapan penelitian meliputi ekstraksi kitosan, preparasi dan purifikasi ekstrak L. minor, sintesis nanopartikel kitosan, serta karakterisasi nanopartikel. Hasil pengujian pada ekstrak mata lele menunjukkan kadar total fenolik sebesar 3,32 ± 0,12 mg GAE/L dan flavonoid 3,80 ± 0,18 mg QE/L, yang dapat berperan sebagai agen pentaut dan penstabil dalam pembentukan nanopartikel. Proses deasetilasi dari kitin eksuvia lalat tentara hitam menghasilkan perolehan kitosan sebesar 13,95 ± 2,13% dengan derajat deasetilasi 87% dan kelarutan 2 mg/mL dalam asam asetat 1%. Pada karakterisasi nanopartikel, didapatkan bahwa peningkatan kecepatan pengadukan berbanding lurus dengan reduksi ukuran partikel, namun berbanding terbalik dengan nilai potensial zeta dan perolehan pembentukan nanopartikel yang mengindikasikan bahwa gaya geser mekanis dari pengadukan dapat mencegah aglomerasi partikel. Kondisi sintesis optimum dicapai pada kecepatan pengadukan 220 rpm, yang menghasilkan nanopartikel dengan ukuran rata-rata terkecil (174,00 ± 24,51 nm) dan stabilitas suspensi yang baik (-32,53 ± 1,98 mV). Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode sintesis hijau menggunakan ekstrak L. minor bisa menjadi alternatif berkelanjutan untuk proses sintesis nanopartikel kitosan dari eksuvia lalat tentara hitam.