digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK - Wahyu Dimas Adji
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

COVER Wahyu Dimas Adji
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 1 Wahyu Dimas Adji
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 Wahyu Dimas Adji
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 Wahyu Dimas Adji
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 Wahyu Dimas Adji
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 Wahyu Dimas Adji
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

DAFTAR PUSTAKA Wahyu Dimas Adji
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

Kontraktor kecil memiliki peranan penting dalam industri konstruksi di Indonesia, namun seringkali menghadapi kendala yang memunculkan kondisi unutilized labor, yaitu kondisi ketika tenaga kerja yang tersedia tidak dimanfaatkan secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab terjadinya unutilized labor serta menggambarkan praktik pemanfaatan tenaga kerja yang diterapkan oleh kontraktor kecil dalam konteks proyek konstruksi di Institut Teknologi Bandung (ITB). Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam kepada empat kontraktor kecil yang aktif menangani proyek-proyek di ITB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unutilized labor disebabkan oleh 14 (empat belas) penyebab yang terjadi karena adanya permasalahan pada kondisi tersebut. Masing-masing penyebab memiliki keterkaitan kausal dan kompleksitas tersendiri yang memperparah inefisiensi di lapangan. Meskipun kontraktor kecil berupaya mengoptimalkan tenaga kerja yang tersedia, praktik di lapangan masih dihadapkan pada berbagai tantangan yang membutuhkan perbaikan dan mitigasi berkelanjutan. Dalam penelitian ini juga ditemukan praktik sementara pada tenaga kerja yang mengalami kondisi unutilized labor pada kontraktor kecil dengan persyaratan yang berbeda-beda namun mengutaman efektivitas dan produktivitas. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengembangan strategi manajemen tenaga kerja yang lebih efisien bagi kontraktor kecil di masa mendatang.