digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Aliyyah Nazmi
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

Sektor bangunan dan konstruksi merupakan salah satu penyumbang emisi gas rumah kaca terbesar sehingga diperlukan evaluasi dampak lingkungan untuk mengidentifikasi hotspot dalam proses konstruksi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi potensi dampak lingkungan dari proses konstruksi beton pada pekerjaan struktur atas gedung bertingkat menggunakan pendekatan Life Cycle Assessment (LCA). Ruang lingkup penelitian dibatasi pada manufaktur beton segar di batching plant (A3), transportasi beton segar ke lokasi proyek (A4), dan instalasi beton di lokasi proyek (A5) dengan unit fungsional 1 m² luas bangunan. Volume beton diperoleh melalui quantity take-off berbasis Building Information Modeling (BIM), sedangkan inventori energi disusun menggunakan data primer hasil wawancara dan data sekunder dari literatur serta basis data LCA. Analisis dilakukan menggunakan OpenLCA dengan metode CML-IA Baseline pada kategori Global Warming Potential (GWP), Acidification Potential (AP), dan Eutrophication Potential (EP). Hasil penelitian menunjukkan potensi dampak sebesar 4,813 kgCO?-eq/m² (GWP), 0,020 kgSO?-eq/m² (AP), dan 0,0035 kgPO?³?-eq/m² (EP), dengan proses transportasi (A4) dan instalasi vertikal (A5) sebagai environmental hotspot. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa pengurangan jarak transportasi sebesar 20% dan peningkatan produktivitas tower crane sebesar 20% mampu menurunkan emisi masing-masing sekitar 5,7 tCO?-eq dan 4,4 tCO?-eq. Temuan ini menunjukkan bahwa optimalisasi logistik dan peningkatan efisiensi pelaksanaan konstruksi merupakan strategi dekarbonisasi yang efektif serta menegaskan bahwa penerapan LCA dapat mendukung pengambilan keputusan berkelanjutan.