Sektor bangunan dan konstruksi merupakan salah satu penyumbang emisi gas
rumah kaca terbesar sehingga diperlukan evaluasi dampak lingkungan untuk
mengidentifikasi hotspot dalam proses konstruksi. Penelitian ini bertujuan
mengevaluasi potensi dampak lingkungan dari proses konstruksi beton pada
pekerjaan struktur atas gedung bertingkat menggunakan pendekatan Life Cycle
Assessment (LCA). Ruang lingkup penelitian dibatasi pada manufaktur beton segar
di batching plant (A3), transportasi beton segar ke lokasi proyek (A4), dan instalasi
beton di lokasi proyek (A5) dengan unit fungsional 1 m² luas bangunan. Volume
beton diperoleh melalui quantity take-off berbasis Building Information Modeling
(BIM), sedangkan inventori energi disusun menggunakan data primer hasil
wawancara dan data sekunder dari literatur serta basis data LCA. Analisis dilakukan
menggunakan OpenLCA dengan metode CML-IA Baseline pada kategori Global
Warming Potential (GWP), Acidification Potential (AP), dan Eutrophication
Potential (EP). Hasil penelitian menunjukkan potensi dampak sebesar 4,813
kgCO?-eq/m² (GWP), 0,020 kgSO?-eq/m² (AP), dan 0,0035 kgPO?³?-eq/m² (EP),
dengan proses transportasi (A4) dan instalasi vertikal (A5) sebagai environmental
hotspot. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa pengurangan jarak transportasi
sebesar 20% dan peningkatan produktivitas tower crane sebesar 20% mampu
menurunkan emisi masing-masing sekitar 5,7 tCO?-eq dan 4,4 tCO?-eq. Temuan ini
menunjukkan bahwa optimalisasi logistik dan peningkatan efisiensi pelaksanaan
konstruksi merupakan strategi dekarbonisasi yang efektif serta menegaskan bahwa
penerapan LCA dapat mendukung pengambilan keputusan berkelanjutan.
Perpustakaan Digital ITB