digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800


BAB 1 Daniel Jonathan Aritonang
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 Daniel Jonathan Aritonang
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 Daniel Jonathan Aritonang
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 Daniel Jonathan Aritonang
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 Daniel Jonathan Aritonang
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

PUSTAKA Daniel Jonathan Aritonang
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

Indonesia memiliki sumber daya tereka monasit sebesar 185.179 ton yang terutama terdapat di Kepulauan Bangka Belitung sebagai mineral ikutan penambangan timah plaser. Prakonsentrasi gravitasi, magnetik, dan elektrostatik masih menyisakan ilmenit, rutil, silika, zirkon, dan kasiterit yang dapat meningkatkan konsumsi reagen pada tahap ekstraksi. Penelitian ini mempelajari pengaruh ukuran partikel, pH slurry, dan dosis kolektor asam oleat terhadap flotasi konsentrat monasit asal Bangka serta perilaku Ce, La, Nd, dan Th pada kondisi terbaik. Sampel dibagi menjadi empat fraksi ukuran, yaitu ?500+210, ?210+149, ?149+105, dan ?105 ?m, kemudian dikarakterisasi menggunakan XRF, XRD, SEM-EDS, dan optical microscopy. Flotasi batch dilakukan pada sel Denver 1,34 L dengan 20% solid, kecepatan pengadukan 1000 rpm, depresan natrium silikat 1200 g/t, dan aerasi 10 menit. Variabel percobaan meliputi ukuran partikel, pH slurry 8–10, dan dosis asam oleat 800, 1200, dan 1600 gpt, menghasilkan 20 kondisi percobaan yang dilakukan secara duplo. Performa flotasi dievaluasi berdasarkan mass pull, perolehan, dan enrichment ratio. Kadar monasit umpan pada keempat fraksi berturut-turut sebesar 51,43%, 67,31%, 48,05%, dan 14,04%. Pada pH 9 dan dosis kolektor 1200 g/t, perolehan monasit meningkat dengan semakin halusnya ukuran partikel dari 59,36% menjadi 81,43%. Tiga fraksi kasar menghasilkan perolehan tertinggi pada pH 8, tetapi disertai mass pull tinggi dan enrichment ratio mendekati satu, sedangkan enrichment ratio tertinggi diperoleh pada pH 10. Kondisi terbaik dicapai pada fraksi ?105 ?m dan pH 10 dengan perolehan 87,36%, mass pull 20,78%, dan enrichment ratio 4,163. Peningkatan dosis kolektor hingga 1600 g/t menaikkan perolehan menjadi 95,92%, tetapi menurunkan enrichment ratio, yang menunjukkan keterbatasan selektivitas asam oleat terhadap monasit. Kadar tertinggi Ce, La, Nd, dan Th pada pH 10 masing-masing sebesar 12,05%, 5,88%, 4,52%, dan 3,43%. Kemiripan perolehan Th, Ce, dan La menunjukkan bahwa Th menempati posisi kation tanah jarang dalam kisi monasit.